"Tidak perlu panik berlebihan. Oleh karena itu masyarakat diimbau tetap tenang menghadapi penyakit ini (MERS-CoV)," ungkap pakar penyakit Dalam Spesialis Paru-Paru Fakultas Kedokteran UGM, Dr Sumardi, Sp.P.D., K.P, di RSUP Dr Sardjito Jl Kesehatan Yogyakarta, Senin (12/5/2014).
Menurut dia, orang sehat yang terkena MERS biasanya akan muncul gejala seperti halnya orang terserang flu. Gejala itu antara lain demam, pilek, batuk, maupun diare. Namun dalam waktu 2-4 hari akan sembuh sendiri. Setelah itu tidak akan muncul lagi karena menyerang hanya sekali seumur hidup.
Menurutnya flu Arab ini mirip dengan flu Singapura yang lebih banyak menjangkiti orang dengan daya tahan tubuh lemah. Meski tidak berbahaya, virus yang menyerang saluran pernapasan ini akan berdampak serius terhadap orang dengan penyakit tertentu seperti diabetes mellitus, asma, kencing manis, ginjal, kanker, dan jantung.
"Kelompok tersebut memiliki imunitas rendah sehingga rentan terkena virus," katanya.
"Yang perlu kita waspadai pada orang dengan penyakit tertentu karena bisa menyebabkan kematian hingga 30 persen," sambung Ketua Tim Avian Influenza RSUP Dr Sardjito itu.
Dia menambahkan penyakit yang diduga berasal dari unta ini tidak bersifat membahayakan bagi orang Indonesia. Meski potensi bahaya penularan di Indonesia masih tetap ada. Yang perlu dilakukan masyarakat adalah menerapkan pola hidup sehat dan menjaga kebersihan lingkungan.
"Kalau saat ini ada yang mau haji atau umrah tidak perlu khawatir. Yang terpenting jaga kesehatan, ketahanan fisik dengan istirahat yang cukup, makan bergizi, dan banyak makan buah segar serta menerapkan pola hidup bersih," paparnya.
Menurutnya, di udara terbuka virus ini tidak bisa bertahan hidup. Namun di ruang ber-AC bisa tahan hingga 6 jam. Meski sampai saat ini belum ada vaksin yang mampu mengatasi MERS.
Untuk meminimalisir penularan dan jatuhnya korban, menurutnya pemerintah Arab Saudi seharusnya melakukan penanganan yang intensif terhadap kasus ini. Salah satunya dengan melakukan isolasi secara ketat terhadap pasien yang dinyatakan positif mengidap MERS.
"Sudah 147 orang di Arab yang meningggal karena MERS. Kalau mau meniru langkah pemerintah China menumpas unggas dalam memberantas SARS, saya yakin MERS akan hilang. Namun sepertinya tidak mudah untuk memusnahkan semua unta di Arab Saudi," pungkas Sumardi.
(bgs/vit)











































