Ya, bocah berusia lima tahun asal New York ini mengalami kondisi kelainan kulit genetik langka yang disebut Xeroderma Pigmentosum (XP). Kondisi ini membuat kulit penderitanya melepuh parah ketika kontak langsung dengan sinar matahari.
Bahkan, kulit penderita XP bisa terbakar jika terkena sedikit saja sinar matahari. Menurut dr Eddy Karta SpKK, proses terbakarnya kulit akibat kontak dengan sinar ultraviolet terjadi pada tingkat seluler. Biasanya, orang normal memiliki mekanisme menyembuhkan diri jika terkena radiasi ultra violet.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal ini diamini dr Laksmi Duarsa SpKK dari D&I Skin Center Denpasar, Bali yang mengatakan bahwa kulit penderita XP sangat tipis, kering, serta sensitif terhadap sinar matahari. Maka dari itu penting sekali melindungi penderitanya dari paparan sinar UV.
Sementara itu, dikutip dari CNN, pendiri web XP, Caren Mahar mengutarakan radiasi sinar UV atau pencahayaan interior juga menyebabkan sel-sel kulit penderitanya bereaksi dengan kecepatan tinggi terhadap sinar UV.
"Akibatnya banyak anak yang mengalami kanker kulit dan mata yang biasa dimulai di usia 4-8 tahun. Mereka pun harus menjalani operasi okulasi kulit dan transplantasi kornea," papar Caren.
(rdn/vit)










































