Kenapa Penderita Tifus Sering Sakit Kepala di Sore Hari?

Kenapa Penderita Tifus Sering Sakit Kepala di Sore Hari?

- detikHealth
Selasa, 13 Mei 2014 11:02 WIB
Kenapa Penderita Tifus Sering Sakit Kepala di Sore Hari?
Ilustrasi (Foto: thinkstock)
Jakarta - Saat tubuh diserang kuman tifus, si penderita biasanya akan mengalami demam dan sakit kepala yang intensitasnya meningkat saat sore hari menjelang matahari tenggelam. Mengapa demikian?

Tifus merupakan penyakit peradangan pada usus yang disebabkan infeksi bakteri Salmonella typhi yang tertular lewat makanan dan minuman yang airnya terinfeksi bakteri. Kuman ini masuk melalui mulut dan menyebar ke lambung lalu ke usus halus. Bakteri ini memperbanyak diri di dalam usus halus.

"Gejala khas tifus demam tinggi naik turun, naik di sore atau malam hari," jelas Dr dr Ari Fahrial Syam, SpPD, KGEH, MMB, dari Divisi Gastroenterologi, Departemen Penyakit Dalam FKUI-RSCM, saat berbincang dengan detikHealth, dan ditulis pada Selasa (13/5/2014).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut dr Ari, kondisi ini terjadi karena pada saat sore atau malam hari toksin dilepaskan ke dalam tubuh oleh kuman-kuman penyebab tifus. Itulah sebabnya, intensitas demam atau sakit kepala lebih sering terjadi di sore hari.

"Tapi ya itu memang gejala khasnya," pungkas dr Ari.

Selain demam dan sakit kepala, penderita tifus biasanya juga mengalami gejala khas lain, antara lain:

1. Loyo, nafsu makan hilang
2. Susah buang air besar atau 20 persen penderita justru mengalami diare
3. Nyeri perut yang menyerupai maag, karena kuman tifus menyerang usus.
4. Mual dan muntah
5. Sakit kepala.





(mer/vit)

Berita Terkait