"Pendaftarannya mulai sejak 5 Mei 2014 silam, sedangkan operasinya sendiri dimulai hari ini sampai dengan pekan pertama Juni 2014. Sampai saat ini sudah ada 24 pasien terdaftar," ujar Ketua Pelaksana Bakti Sosial HUT RS Mata AINI, dr Nylvia Lamsari, SpM, pada detikHealth.
Hal tersebut disampaikan dr Nylvia di sela-sela acara pembukaan bakti sosial yang diselenggarakan di RS Mata AINI, Jl HR Rasuna Said, Jakarta, Selasa (13/5/2014).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dilakukan pemeriksaan apakah benar katarak, apakah faktor penyulit seperti misalnya gula darah tinggi sudah tidak ada. Kalau memang ada, dikonsultasikan dulu ke bagian penyakit dalam," papar dr Nylvia.
Seringkali calon pasien tak paham dengan kondisi gangguan matanya. Mereka mengira mengalami katarak dan mendaftarkan diri, padahal mungkin sebenarnya gangguan mata yang dialami bukan katarak, buram karena butuh kacamata atau kelainan saraf.
"Atau bisa juga dia memang katarak, tapi kataraknya masih tipis dan masih bisa diatasi dengan pemakaian kacamata. Kita melakukan operasi hanya pada mereka yang benar-benar butuh," ungkapnya.
Operasi yang ditargetkan untuk 34 pasien ini dilakukan dengan 'menyelipkan' pasien ke hari-hari reguler, tanpa disiapkan hari khusus operasi. Namun dr Nylvia menegaskan bahwa pihak RS Mata AINI sudah menyiapkan 5 dokter untuk kegiatan ini dan tidak akan mengganggu jadwal operasi pasien reguler.
(ajg/vit)











































