Dikemukakan dr Drajat R. Suardi, SpB(K)Onk, Ketua Perhimpunan Onkologi Indonesia, pasien kanker payudara stadium awal usia harapan hidupnya bisa mencapai 90 persen. Karena itu ketika seorang perempuan didiagnosis kanker payudara, lebih baik segera mengikuti prosedur medis yang disarankan dokter spesialis yang berpengalaman.
"Untuk stadium 2, usia harapan hidupnya antara 70-80 persen. Stadium 3, 40-50 persen. Untuk stadium 4, 15 persen. Jadi patokannya bukan sembuh, tapi harapan hidupnya ya," tutur dr Drajad dalam pebincangan dengan detikHealth, dan ditulis pada Rabu (14/5/2014).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam beberapa kasus pasien kanker payudara yang sedang galau, begitu mudah terpengaruh orang lain. Kerap kali orang lain datang dengan pernyataan-pernyataan mitos. Misalnya dengan mengatakan biopsi ataupun operasi pengangkatan tumor ganas justru memicu munculnya kanker yang lebih ganas. Padahal biopsi dilakukan untuk mengetahui tingkat keganasan kanker.
Mitos lainnya adalah kembali ke alam bisa menghilangkan penyakit kanker payudara. Memang benar segala hal yang alami dan bebas kimia lebih menyehatkan. Misalnya jauh lebih baik makan makanan yang direbus ketimbang makan beberapa makanan modern yang justru junk food. Namun, untuk penyembuhan kanker, tentu dibutuhkan obat yang telah terbukti dalam penelitian bisa mengendalikan sel kanker.
Beberapa orang percaya, herbal tertentu bisa mengatasi kanker sehingga ketika didiagnosis kanker payudara kemudian menjauhi dokter dan memperbanyak asupan herbal tertentu. Namun karena tidak ada pantauan dari pakarnya, tidak jarang penyakitnya malah lebih parah. Konon mahkota dewa ataupun daun sirsak bisa membantu pasien kanker payudara, namun hendaknya tidak dijadikan pengobatan utama, melainkan penunjang saja.
"Kalau sudah tahu stadium awal justru harus segera berobat, sehingga tingkat harapan hidupnya masih sangat tinggi banget. Kalau masih stadium awal biasanya payudara belum mengalami banyak perubahan, belum keluar cairan juga dari putingnya," lanjut dr Drajad.
Pada stadium awal atau stadium 1, umumnya besaran tumor masih 0-2 cm. Stadium dua, besaran tumor sebesar 2-5 cm. Namun demikian besaran tumor bukan satu-satunya penentu stasium kanker.
"Ada faktor lain untuk menentukan perkembangan kanker. Meskipun besaran tumor hanya 1 cm, tapi ada yang sudah stadium 4. Jadi lagi-lagi, besarnya itu bukan faktor penentu," tambah dr Drajad.
Stadium kanker ditentukan berdasar beberapa pemeriksaan seperti USG, USG hati, rontgen, dan pemeriksaan darah. Terkadang dilakukan pula CT scan dan bone scan untuk mengetahui penyebaran kanker, namun menurut dr Drajad, hal ini bersifat opsional.
(vit/up)










































