"Semakin kita menua, kesehatan semakin tidak bisa diprediksi," tutur Profesor Mark Harris, direktur eksekutif di Centre for Primary Health Care and Equity, University of New South Wales.
Seiring meningkatnya usia harapan hidup, Harris memperkirakan bahwa jumlah pekerja lanjut usia juga akan meningkat. Itu berarti, lanjutnya, proporsi penduduk dalam angkatan kerja akan banyak diisi oleh mereka yang mengalami kondisi kesehatan dengan gangguan jantung, kanker, diabetes, artritis, osteoporosis, masalah kognitif, serta masalah penglihatan dan pendengaran. Hal ini terlepas dari fakta bahwa tetap aktif bekerja di masa tua bersifat menyehatkan karena memberikan stimulasi dan kesempatan untuk berhubungan dengan orang lain.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penyakit-penyakit kronis itu sebenarnya dapat dihindari dengan mengatur pola makan dan berolah raga. Sayangnya tak banyak orang yang bersedia melakoninya. Mereka yang melakoninya pun tak selalu terbebas dari berbagai gangguan kesehatan. Masih ada faktor penentu lain yang tak dapat dipungkiri, misalnya gen.
Lebih lanjut Harris mengatakan bahwa gangguan kesehatan tersebut tidak hanya menjadi masalah bagi mereka yang melakukan pekerjaan fisik. Gangguan kesehatan di masa tua juga menjadi masalah bagi mereka yang bekerja di bidang lain, terutama di bidang yang membutuhkan konsentrasi.
Semakin menuanya usia juga membuat seseorang rentan didera lebih dari satu masalah kesehatan. Berbagai masalah kesehatan itu kemudian menyebabkan orang harus menjalani berbagai pengobatan. Sayangnya membuat janji menemui dokter dapat menjadi sesuatu yang rumit ketika seseorang masih memiliki kewajiban kerja.
"Bagi beberapa orang, akan ada manfaat yang didapat ketika mereka berkerja lebih lama, tetapi mereka tetap butuh jaminan keamanan," pungkas Harris, seperti dilansir ABC Australia dan ditulis pada Rabu (14/5/2014).
(vta/vta)











































