Seperti diketahui, MERS-CoV adalah varian lain dari virus korona. Beberapa penyakit yang disebabkan oleh virus tersebut adalah SARS dan Human Corona Virus. Tentunya berbeda dengan virus influenza yang memang bisa menyerang manusia dan unggas. Lalu apakah pemberian vaksin influenza dapat membuat seseorang bebas dari MERS-CoV?
Deputi III Bidang Kesehatan, Kependudukan dan KB Kemenko Kesra dr Emil Agustiono memaparkan bahwa sebenarnya tidak ada efek langsung antara pemberian vaksin influenza terhadap pencegahan MERS-CoV. Karena memang jenis virusnya berbeda.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
dr Emil menambahkan bahwa MERS-CoV cenderung menyerang seseorang di atas usia 50 tahun, dengan kondisi imunitas tubuh yang lemah. Dengan disuntikkan vaksin influenza, harapannya adalah orang tersebut bebas dari flu musiman dan otomatis kesehatannya terjaga.
Namun tentunya risiko tertular MERS-CoV tidak akan hilang jika hanya mengandalkan vaksin influenza saja. dr Emil mengingatkan agar masyarakat yang ingin ataupun sudah berada di Arab Saudi untuk tetap menjalankan pola hidup bersih dan sehat dengan cara mencuci tangan dan menjauhi unta.
MERS-CoV menjadi perbincangan setelah angka kejadian kasus meningkat secara pesat pertengahan Maret lalu. Hingga saat ini, data menunjukkan bahwa ada 536 kasus MERS-CoV di seluruh dunia dengan korban meninggal sebanyak 145 orang.
Case Fataliti Ratenya pun cukup tinggi mencapai 27 persen. Data WHO mengatakan bahwa selain di Arab Saudi, MERS-CoV juga ditemukan di 16 negara lainnya antara lain Yordania, Kuwait, Oman, Qatar, Mesir, hingga Prancis dan Amerika Serikat.
(vit/vit)










































