Berkaca pada Flu Burung, Perlukah Pemusnahan Unta untuk Atasi MERS?

Berkaca pada Flu Burung, Perlukah Pemusnahan Unta untuk Atasi MERS?

- detikHealth
Kamis, 15 Mei 2014 08:08 WIB
Berkaca pada Flu Burung, Perlukah Pemusnahan Unta untuk Atasi MERS?
Foto: Ilustrasi (Thinkstock)
Purwakarta - Kasus flu burung yang merebak tahun 2007-an lalu cukup sukses ditangani oleh Indonesia. Salah satu cara pencegahannya adalah dengan memusnahkan ribuan unggas agar virus tersebut tidak menular kepada manusia.

Karena prestasi tersebut Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi beberapa kali mengutarakan kesediaannya untuk membantu pemerintah Arab Saudi menangani MERS-CoV. Lalu perlukah unta dimusnahkan agar MERS-CoV tidak semakin menyebar?

Deputi III Bidang Kesehatan, Kependudukan dan KB Kemenko Kesra dr Emil Agustiono, M.Kes mengatakan bahwa untuk penanganan MERS, pemusnahan unta bukanlah jalan yang efektif. Salah satu alasannya adalah unta hanyalah carrier alias pembawa virus.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya rasa itu tidak efektif ya. Soalnya unta hanya carrier saja, tidak ada unta yang mati karena MERS. Beda pada flu burung yang memang menyebabkan kematian pada unggas seperti ayam dan bebek," tutur dr Emil ketika ditemui detikHealth usai Simulasi pengendalian Pandemi flu burung dan Mers-CoV di Kecamatan Wanayasa, Purwakarta, Jawa Barat, dan ditulis pada Kamis (15/5/2014).

dr Emil menambahkan bahwa pada kasus flu burung, potensi kerugian yang ditimbulkan memang lebih besar. Selain mengancam nyawa manusia, flu burung juga menular kepada unggas lainnya. Jika tidak dimusnahkan, kerugian yang akan diterima peternak unggas tentu lebih besar.

Hal ini tentunya berbeda dengan kasus MERS dimana unta hanya bersifat carrier sehingga tidak menyebabkan kematian bagi binatang berpunuk tersebut. Faktor lainnya adalah unta termasuk binatang yang sangat dimanfaatkan oleh bangsa arab.

"Mereka kan makan dagingnya, minum susunya, kulitnya juga dipakai. Kalau dimusnahkan tentunya mereka juga tidak akan mau," sambung pria yang juga menjabat sebagai Sekretaris Komite Nasional Pengendalian Zoonosis tersebut.

Virus MERS-CoV memang diyakini berasal dari unta. Pemerintah Arab Saudi pun sudah mengeluarkan imbauan agar masyarakat membatasi diri dari unta. Jika terpaksan melalukan kontak, mereka disarankan untuk menggunakan masker dan sarung tangan serta segera mencuci tangan ketika selesai.

Namun himbauan tersebut nampaknya dianggap remeh oleh sebagian besar peternak unta di Arab Saudi. Mereka malah memposting foto selfie dengan unta. Beberapa dari mereka memeluk binatang berpunuk tersebut. Bahkan ada foto yang memperlihatkan seorang warga Arab membiarkan unta untuk bersin di wajahnya.

(vit/vit)

Berita Terkait