WHO Prediksi Brazil Terserang Wabah DBD Selama Piala Dunia

WHO Prediksi Brazil Terserang Wabah DBD Selama Piala Dunia

- detikHealth
Senin, 19 Mei 2014 09:37 WIB
WHO Prediksi Brazil Terserang Wabah DBD Selama Piala Dunia
Ilustrasi (dok: Thinkstock)
Jakarta - Sebentar lagi jutaan mata akan tertuju pada Brazil, tuan rumah Piala Dunia 2014. Bahkan diperkirakan jutaan fans akan berkunjung ke Negeri Samba hanya demi mendukung tim nasional mereka. Akan tetapi WHO mewanti-wanti risiko terjadinya wabah DBD selama Piala Dunia berlangsung.

Sejumlah peneliti dari WHO mengungkapkan ada beberapa kota di Brazil yang berisiko tinggi mengalami wabah DBD ketika Piala Dunia berlangsung antara tanggal 12 Juni-13 Juli 2014. Di antaranya Natal, Fortaleza dan Recife.

Untuk itu peneliti yang sama telah mengembangkan 'sistem peringatan dini' yang dapat memberitahukan otoritas setempat bila sewaktu-waktu wabah demam berdarah di tiga kota yang dimaksud benar-benar terjadi.

Sistem peringatan dini yang dikembangkan WHO itu kini juga sudah terpasang di 553 daerah di penjuru Brazil. Selain memasang sistem tersebut, peneliti juga memperingatkan sejumlah kota seperti Rio de Janeiro, Belo Horizonte, Salvador dan Manaus digadang akan mengalami peningkatan risiko wabah selama Piala Dunia, meskipun selama ini tingkat persebaran DBD di kota-kota ini terbilang sedang-sedang saja.

"Kekhawatiran akan terjadinya wabah DBD selama Piala Dunia tentu cukup menghebohkan, tapi perkiraan ini semata didasarkan pada riwayat kasus sebelumnya," papar Dr Rachel Lowe yang memimpin peneliti dari WHO, seperti dikutip dari CNN, Senin (19/5/2014).

Seperti kita tahu Brazil memiliki riwayat wabah DBD terbanyak di dunia, dengan jumlah kasus yang dilaporkan mencapai lebih dari tujuh juta buah hanya dalam kurun 13 tahun (2000-2013).

Lagipula menurut peneliti dari Catalan Institute of Climate Sciences, Barcelona ini, kemungkinan akan terjadinya wabah DBD yang menyerang para turis, sangat bergantung pada kombinasi berbagai faktor. Di antaranya jumlah nyamuk, kerentanan populasi, serta tingginya kontak antara nyamuk pembawa virus DBD dengan manusia.

Akan tetapi Dr Rachel percaya bila peringatan dini ini setidaknya memberi waktu bagi otoritas setempat agar segera bertindak untuk mengurangi risiko epidemi di wilayahnya, termasuk membasmi populasi nyamuk yang ada.

"Travellers, khususnya yang sengaja datang ke Brazil untuk menyaksikan pertandingan di kota-kota yang berisiko tinggi juga bisa saja pulang dengan membawa virus dengue. Sehingga para dokter di negara asal perlu aware dengan risiko wabah ini ketika mungkin ada suporter bola yang datang mencari pertolongan sepulangnya dari Brazil," imbuh peneliti lain David Harley dan Elvina Viennet dari Australian National University, Canberra.

(lil/up)

Berita Terkait