Para ilmuwan meyakini, infeksi MERS-CoV tidak selalu mematikan. Seseorang bisa saja terinfeksi MERS-CoV tanpa mengalami gejala penyakit pernapasan parah. Namun belum bisa dipastikan apakah pada kondisi tersebut virus bisa menular ke orang lain.
"Anda tidak harus masuk ICU (Intensive Care Unit) dengan pneumonia untuk punya MERS. Kami asumsikan mereka lebih tidak menular, tapi kami tidak tahu pasti," kata Dr David Swedlow dari US Center for Disease Control and Prevention (CDC), seperti dikutip dari Reuters, Senin (19/5/2014).
CDC memiliki tim di Arab Saudi untuk meneliti MERS-CoV, khususnya pada bentuk infeksi ringan. Salah satu misinya adalah menjawab pertanyaan apakah pada kasus infeksi ringan seseorang bisa menyebarkan virus ke lingkungannya.
Dr Swerdlow berencana melakukan uji pada keluarga pasien dengan infeksi ringan MERS-CoV. Meski tidak menunjukkan gejala apapun termasuk gangguan pernapasan, mereka akan diperiksa untuk memastikan ada tidaknya penularan virus di lingkungan keluarga.
Sementara itu, Belanda menjadi negara ke-16 yang mengkonfirmasi adanya kasus MERS-CoV di wilayahnya. Dalam selang waktu 1 hari saja, 2 orang di negara tersebut terinfeksi penyakit yang juga disebut flu unta tersebut. Keduanya punya riwayat baru pulang dari Arab Saudi, 1 di antaranya mengunjungi peternakan unta.
"Kalau bepergiaan ke Jazirah Arab maka sekarang jangan dulu berkunjung ke peternakan ‎unta," pesan Prof Dr Tjandra Yoga Aditama, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Kesehatan yang juga anggota MERS Emergency Committe WHO.
(up/mer)











































