Konon Stacy telah mengonsumsi berbagai jenis obat kemoterapi untuk meredam kanker yang diidapnya. Bahkan Stacy juga pernah menjalani transplantasi sel punca sebanyak dua kali. Akan tetapi kanker kembali menggerogoti tubuhnya.
Kemudian Stacy dan lima pasien multiple myeloma lainnya mengikuti sebuah percobaan yang digelar oleh Mayo Clinic. Keenam pasien ini 'ditanami' virus campak dalam dosis yang sangat tinggi. Akan tetapi ini bukan virus campak biasa, melainkan virus campak yang telah dimodifikasi dan dosisnya sama dengan yang dipakai dalam vaksin campak.
Selain itu, dosis virus campaknya memang sangat tinggi, karena dapat digunakan untuk memvaksin 10 juta orang sekaligus.
"Gagasannya adalah sebuah virus dapat dilatih untuk merusak kanker secara spesifik namun tetap membiarkan jaringan lainnya tak tersentuh bahaya," jelas ketua tim peneliti, Dr. Stephen Russell seperti dikutip dari CNN, Senin (19/5/2014).
Konsep pengobatan yang disebut dengan 'viroterapi' ini sebenarnya bukan yang pertama kali diselenggarakan. Para peneliti dari Mayo Clinic mengungkapkan sudah ada ribuan pasien kanker yang telah disembuhkan dengan viroterapi.
Bedanya, Stacy merupakan pasien pertama yang kankernya telah menyebar ke penjuru tubuh dan belum pernah ada percobaan viroterapi untuk mengatasi kanker yang sudah metastasis seperti ini. Dan ternyata sejak Stacy menjalani viroterapi ini, wanita berusia 49 tahun itu dinyatakan bebas dari kanker selama 9 bulan.
Bagaimana Stacy bisa sembuh? "Saya kira kami bisa sukses karena kami menambah dosis lebih tinggi dari sebelumnya. Dan kami pikir ini penting, karena jumlah virus yang ada di dalam aliran darah benar-benar menjadi penentu dari berapa banyak virus yang bisa masuk ke tumor," terang Dr Russell.
Dengan kata lain, virus campak membuat sel-sel kanker bersatu dan meledak. Teori lain mengatakan virus campak merangsang sistem kekebalan si pasien, sehingga sistem tersebut dapat mengenali sel-sel kanker kambuhan yang muncul dan menghentikannya.
Kendati begitu, Dr Russell mengatakan viroterapi ini masih berada dalam tahap percobaan yang masih dini. Lagipula selain Stacy, tak ada lagi pasien yang mengalami kondisi sama dengannya. Dari sejumlah tes diketahui bahwa virus campak berhasil membuat tumor Stacy menyusut, tapi tak berapa lama mereka mulai tumbuh lagi. Sedangkan kelima pasien lain bahkan tidak merespons viroterapi sama sekali.
Tim peneliti juga belum yakin apakah viroterapi dapat menyembuhkan pasien kanker lainnya atau tidak. Mereka berasumsi virus campak dapat mengobati multiple myeloma karena pasien kanker ini sudah kekurangan imun sehingga tubuh mereka tak dapat melawan virus yang 'ditanamkan' sehingga virus-virus ini berkesempatan melumpuhkan sel kanker.
Tim yang sama juga tengah menyiapkan virus campak dalam dosis yang lebih tinggi untuk percobaan dengan skala yang lebih besar. "Nantinya kami ingin pasien bisa sembuh hanya dengan satu suntikan virus saja," harap Dr Russell.











































