Terlalu Banyak Berlari Sebabkan Kaki Membesar, Mitos atau Fakta?

Terlalu Banyak Berlari Sebabkan Kaki Membesar, Mitos atau Fakta?

- detikHealth
Selasa, 20 Mei 2014 20:03 WIB
Terlalu Banyak Berlari Sebabkan Kaki Membesar, Mitos atau Fakta?
Ilustrasi (Foto: thinkstock)
Jakarta - 'Ih kaki kamu besar ya, pasti kebanyakan lari deh." Kalimat seperti itu mungkin kerap Anda dengar saat ada seseorang yang mengomentari kaki orang lain yang dianggap besar. Benarkah kebanyakan berlari akan membuat kaki seseorang membesar?

"Kalau dilakukan secara berlebihan tentu akan membuat suatu perubahan. Saat berlari di betis akan terjadi peregangan, begitu juga di otot paha, dan tulang kering. Kalau latihan biasa maka betis akan kencang. Sedangkan jika berlebihan maka akan lebih mudah membesar," ujar spesialis kedokteran olahraga, dr Michael Triangto SpKO, dalam perbincangan dengan detikHealth pada Selasa (20/5/2014).

Membesar yang dimaksud dr Michael tentu bukannya menjadi besar tanpa batas, melainkan ada masa berhenti membesar saat sudah mencapai batas maksimalnya. Karena itu, menurut dr Michael, dalam setiap latihan tidak hanya diperlukan program tetapi juga nalar.

"Memang betis akan membesar, tapi besarnya tidak akan sebesar pahanya," lanjut dr Michael.

dr Michael mengingatkan penarik becak yang fokus menggunakan otot kakinya dalam bekerja. Betis penarik becak umumnya besar karena ototnya yang membesar. "Iya memang betisnya jadi berkonde, tapi kan bukan yang terus besar sekali sampai tidak ada batasnya," tambahnya.

Nah, jika Anda hobi berlari tidak perlu khawatir akan membuat kaki Anda membesar luar biasa. Olahraga murah ini memang mudah dilakukan, namun jangan sepelekan persiapannya ya, karena bisa berujung kram otot.

Melanie Putria, artis dan Putri Indonesia 2002 yang kini juga merupakan salah satu pelari. Melanie mengungkapkan bahwa sering kali orang menganggap sepele persiapan berlari, misalnya dengan tidak melakukan stretching.

"Stretching itu suka dianggap sepele. Sering kan orang yang misalnya ingin lari jarak pendek, mereka berpikir tidak perlu stretching. Padahal itu kan salah," ujar Melanie beberapa waktu lalu.

Menurut Melanie, seharusnya jangan pernah menganggap sepele stretching karena hal itu merupakan hal yang paling penting untuk dilakukan sebelum berlari. Sebab ketika berolahraga, manusia pasti akan menggunakan semua bagian otot yang ada di dalam tubuhnya. Nah, stretching bisa mengurangi ataupun mencegah kram dan cedera pada otot.

Lalu bagaimana mengatasi kram otot? dr Hario Tilarso, SpKO, FACSM, dokter spesialis kedokteran olahraga menyarankan untuk mengkontraksikan otot ke arah yang benar. Misalnya kram betis, maka tarik ujung telapak. "Jadi kita harus kenali otot yang kram itu yang mana. Nah untuk memulihkannya, itu memang butuh waktu agar bisa membuat kita kembali berlari lagi," ungkap dr Hario.

"Untuk mencegah supaya tidak kram saat berlari, perhatikan persiapan kita. Cukup minum, cukup makan, dan cukup istirahat sebelum kita berlari. Dan jangan lupa, berlarilah sesuai dengan kemampuan kita. Jangan dipaksakan kalau memang sudah tidak kuat. Jalan dulu saja, baru setelah itu berlari lagi," pesan dokter yang sudah aktif berlari sejak puluhan tahun lalu ini.

(vit/up)

Berita Terkait