Pada operasi yang digelar keempat kalinya di Indonesia ini, ternyata obat kuat lelaki, baik tradisional maupun kimia, masih mendominasi pasar obat palsu dan ilegal. Kepala BPOM dr Roy Sparinga mengatakan bahwa memang obat kuat sulit di berantas karena peredarannya yang masih marak.
"Penjualan online menjadi alternatif bagi pemasok obat palsu dan ilegal, terutama obat disfungsi ereksi," tutur Dr Roy pada jumpa pers Hasil Operasi Pangea VII di Gedung BPOM, Jalan Percetakan Negara, Salemba, Jakarta Pusat, Senin (26/5/2014).
Dr Roy menambahkan bahwa selain obat kuat, ada beberapa jenis obat lain yang banyak dipalsukan. Di antaranya adalah antibiotik, analgesik, antihistamin serta suplemen hormon dan steroid.
Operasi Pangea VII dilaksanakan secara serentak di 110 negara dan 15 wilayah di Indonesia. Operasi ini berhasil menyita 868 item obat, kosmetik, suplemen dan pangan palsu dan ilegal. Sebagian besar obat tersebut dijual secara online.
Pada operasi kali ini berhasil diidentifikasi 302 situs internet yang memasarkan obat, pangan, suplemen dan kosmetik palsu dan ilegal. BPOM telah meminta kepada Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk memblokir seluruh situs tersebut.
(up/up)











































