Meski bukan termasuk vaksin dasar yang direkomendasikan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), sebaiknya vaksin ini tetap diberikan. Sebab, sebelum ditemukannya vaksin ini, tercatat banyak kematian yang diakibatkan oleh cacar air.
Vaksin cacar air berisi virus penyebab cacar air yaitu varicella-zoster yang sudah dilemahkan. Diharapkan tubuh seseorang yang sudah divaksin memiliki kekebalan terhadap virus ini sehingga tidak terjangkit cacar air di masa mendatang.
Yuk kita kenali lebih dalam mengenai vaksin cacar air. Berikut informasi yang berhasil dirangkum detikHealth dari berbagai sumber, dan ditulis pada Senin (26/5/2014):
|
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
|
1. Tak dibutuhkan jika pernah terinfeksi
|
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
|
1. Tak dibutuhkan jika pernah terinfeksi
|
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
|
2. Diberikan mulai umur 12 bulan
|
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
|
2. Diberikan mulai umur 12 bulan
|
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
|
3. Kisaran Harga
|
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
|
Meski demikian, terdapat organisasi-organisasi kesehatan yang menjual vaksin dengan harga lebih ekonomis dari rumah sakit swasta. Misalnya saja Rumah Vaksinasi, menyediakan vaksin semacam ini dengan harga Rp 450 ribu. Sementara itu, Klinik In Harmony di Jakarta Pusat menjualnya dengan harga Rp 600 ribu.
3. Kisaran Harga
|
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
|
Meski demikian, terdapat organisasi-organisasi kesehatan yang menjual vaksin dengan harga lebih ekonomis dari rumah sakit swasta. Misalnya saja Rumah Vaksinasi, menyediakan vaksin semacam ini dengan harga Rp 450 ribu. Sementara itu, Klinik In Harmony di Jakarta Pusat menjualnya dengan harga Rp 600 ribu.
4. Produsen vaksin cacar air
|
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
|
4. Produsen vaksin cacar air
|
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
|
5. Tempat mendapatkan vaksin cacar air
|
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
|
5. Tempat mendapatkan vaksin cacar air
|
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
|
Halaman 2 dari 12











































