Waspadai Cacar Air, Yuk Kenali Serba Serbi Vaksin Pencegahnya

Waspadai Cacar Air, Yuk Kenali Serba Serbi Vaksin Pencegahnya

- detikHealth
Senin, 26 Mei 2014 20:00 WIB
Waspadai Cacar Air, Yuk Kenali Serba Serbi Vaksin Pencegahnya
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Akhir-akhir ini kabar kelangkaan vaksin varisela alias vaksin cacar air sedang ramai diperbincangkan. Beberapa rumah sakit di kota-kota besar di Indonesia juga dikabarkan kesulitan mendapatkan vaksin ini.

Meski bukan termasuk vaksin dasar yang direkomendasikan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), sebaiknya vaksin ini tetap diberikan. Sebab, sebelum ditemukannya vaksin ini, tercatat banyak kematian yang diakibatkan oleh cacar air.

Vaksin cacar air berisi virus penyebab cacar air yaitu varicella-zoster yang sudah dilemahkan. Diharapkan tubuh seseorang yang sudah divaksin memiliki kekebalan terhadap virus ini sehingga tidak terjangkit cacar air di masa mendatang.

Yuk kita kenali lebih dalam mengenai vaksin cacar air. Berikut informasi yang berhasil dirangkum detikHealth dari berbagai sumber, dan ditulis pada Senin (26/5/2014):

Ilustrasi (Foto: Thinkstock)

1. Tak dibutuhkan jika pernah terinfeksi

Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Pada prinsipnya vaksin ini sangat disarankan untuk diberikan kepada anak berusia di bawah 13 tahun yang belum pernah menderita cacar air. Untuk mereka yang sudah pernah menderita cacar air, vaksin ini tidak perlu diberikan.

1. Tak dibutuhkan jika pernah terinfeksi

Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Pada prinsipnya vaksin ini sangat disarankan untuk diberikan kepada anak berusia di bawah 13 tahun yang belum pernah menderita cacar air. Untuk mereka yang sudah pernah menderita cacar air, vaksin ini tidak perlu diberikan.

2. Diberikan mulai umur 12 bulan

Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Sebaiknya vaksin ini diberikan pada anak mulai usia 12 bulan. Vaksin ini diberikan dalam dua dosis. Dosis pertama dapat diberikan saat anak berusia 12-15 bulan dan dosis kedua pada usia 4-6 tahun.

2. Diberikan mulai umur 12 bulan

Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Sebaiknya vaksin ini diberikan pada anak mulai usia 12 bulan. Vaksin ini diberikan dalam dua dosis. Dosis pertama dapat diberikan saat anak berusia 12-15 bulan dan dosis kedua pada usia 4-6 tahun.

3. Kisaran Harga

Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Harga vaksin tambahan di Indonesia masih tergolong mahal lantaran harus didatangkan dari luar negeri. Vrilril misalnya, vaksin tersebut bisanya didapat dengan harga minimal 275 ribu rupiah. Tetapi di rumah sakit atau klinik swasta, vaksin varisela bisa saja dijual dengan harga yang lebih tinggi.

Meski demikian, terdapat organisasi-organisasi kesehatan yang menjual vaksin dengan harga lebih ekonomis dari rumah sakit swasta. Misalnya saja Rumah Vaksinasi, menyediakan vaksin semacam ini dengan harga Rp 450 ribu. Sementara itu, Klinik In Harmony di Jakarta Pusat menjualnya dengan harga Rp 600 ribu.

3. Kisaran Harga

Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Harga vaksin tambahan di Indonesia masih tergolong mahal lantaran harus didatangkan dari luar negeri. Vrilril misalnya, vaksin tersebut bisanya didapat dengan harga minimal 275 ribu rupiah. Tetapi di rumah sakit atau klinik swasta, vaksin varisela bisa saja dijual dengan harga yang lebih tinggi.

Meski demikian, terdapat organisasi-organisasi kesehatan yang menjual vaksin dengan harga lebih ekonomis dari rumah sakit swasta. Misalnya saja Rumah Vaksinasi, menyediakan vaksin semacam ini dengan harga Rp 450 ribu. Sementara itu, Klinik In Harmony di Jakarta Pusat menjualnya dengan harga Rp 600 ribu.

4. Produsen vaksin cacar air

Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Vaksin cacar air di Indoensia diproduksi oleh GlaxoSmithKline dan Sanofi pasteur. Dua produsen tersebut bukan merupakan produsen lokal. Itulah mengapa harga vaksin cenderung lebih tinggi.

4. Produsen vaksin cacar air

Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Vaksin cacar air di Indoensia diproduksi oleh GlaxoSmithKline dan Sanofi pasteur. Dua produsen tersebut bukan merupakan produsen lokal. Itulah mengapa harga vaksin cenderung lebih tinggi.

5. Tempat mendapatkan vaksin cacar air

Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Vaksin cacar air dapat diperoleh di berbagai rumah sakit, baik swasta maupun pemerintah. Tak hanya di rumah sakit, vaksin cacar juga bisa didapatkan di organisasi vaksinasi seperti Rumah Vaksinasi. Selain itu vaksin juga bisa didapatkan di berbagai klinik kesehatan yang direkomendasikan oleh IDAI.

5. Tempat mendapatkan vaksin cacar air

Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Vaksin cacar air dapat diperoleh di berbagai rumah sakit, baik swasta maupun pemerintah. Tak hanya di rumah sakit, vaksin cacar juga bisa didapatkan di organisasi vaksinasi seperti Rumah Vaksinasi. Selain itu vaksin juga bisa didapatkan di berbagai klinik kesehatan yang direkomendasikan oleh IDAI.

Halaman 2 dari 12
Pada prinsipnya vaksin ini sangat disarankan untuk diberikan kepada anak berusia di bawah 13 tahun yang belum pernah menderita cacar air. Untuk mereka yang sudah pernah menderita cacar air, vaksin ini tidak perlu diberikan.

Pada prinsipnya vaksin ini sangat disarankan untuk diberikan kepada anak berusia di bawah 13 tahun yang belum pernah menderita cacar air. Untuk mereka yang sudah pernah menderita cacar air, vaksin ini tidak perlu diberikan.

Sebaiknya vaksin ini diberikan pada anak mulai usia 12 bulan. Vaksin ini diberikan dalam dua dosis. Dosis pertama dapat diberikan saat anak berusia 12-15 bulan dan dosis kedua pada usia 4-6 tahun.

Sebaiknya vaksin ini diberikan pada anak mulai usia 12 bulan. Vaksin ini diberikan dalam dua dosis. Dosis pertama dapat diberikan saat anak berusia 12-15 bulan dan dosis kedua pada usia 4-6 tahun.

Harga vaksin tambahan di Indonesia masih tergolong mahal lantaran harus didatangkan dari luar negeri. Vrilril misalnya, vaksin tersebut bisanya didapat dengan harga minimal 275 ribu rupiah. Tetapi di rumah sakit atau klinik swasta, vaksin varisela bisa saja dijual dengan harga yang lebih tinggi.

Meski demikian, terdapat organisasi-organisasi kesehatan yang menjual vaksin dengan harga lebih ekonomis dari rumah sakit swasta. Misalnya saja Rumah Vaksinasi, menyediakan vaksin semacam ini dengan harga Rp 450 ribu. Sementara itu, Klinik In Harmony di Jakarta Pusat menjualnya dengan harga Rp 600 ribu.

Harga vaksin tambahan di Indonesia masih tergolong mahal lantaran harus didatangkan dari luar negeri. Vrilril misalnya, vaksin tersebut bisanya didapat dengan harga minimal 275 ribu rupiah. Tetapi di rumah sakit atau klinik swasta, vaksin varisela bisa saja dijual dengan harga yang lebih tinggi.

Meski demikian, terdapat organisasi-organisasi kesehatan yang menjual vaksin dengan harga lebih ekonomis dari rumah sakit swasta. Misalnya saja Rumah Vaksinasi, menyediakan vaksin semacam ini dengan harga Rp 450 ribu. Sementara itu, Klinik In Harmony di Jakarta Pusat menjualnya dengan harga Rp 600 ribu.

Vaksin cacar air di Indoensia diproduksi oleh GlaxoSmithKline dan Sanofi pasteur. Dua produsen tersebut bukan merupakan produsen lokal. Itulah mengapa harga vaksin cenderung lebih tinggi.

Vaksin cacar air di Indoensia diproduksi oleh GlaxoSmithKline dan Sanofi pasteur. Dua produsen tersebut bukan merupakan produsen lokal. Itulah mengapa harga vaksin cenderung lebih tinggi.

Vaksin cacar air dapat diperoleh di berbagai rumah sakit, baik swasta maupun pemerintah. Tak hanya di rumah sakit, vaksin cacar juga bisa didapatkan di organisasi vaksinasi seperti Rumah Vaksinasi. Selain itu vaksin juga bisa didapatkan di berbagai klinik kesehatan yang direkomendasikan oleh IDAI.

Vaksin cacar air dapat diperoleh di berbagai rumah sakit, baik swasta maupun pemerintah. Tak hanya di rumah sakit, vaksin cacar juga bisa didapatkan di organisasi vaksinasi seperti Rumah Vaksinasi. Selain itu vaksin juga bisa didapatkan di berbagai klinik kesehatan yang direkomendasikan oleh IDAI.

(up/up)

Berita Terkait