Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan, Prof Dr Tjandra Yoga Aditama mengatakan bahwa virus korona penyebab MERS telah ditemukan pada kelelawar yang ada di dekat rumah seorang pasien MERS-CoV.
"Virus pada kelelawar ini match dengan virus pada manusia," kata Prof Tjandra dalam emailnya kepada wartawan, seperti dikutip Minggu (1/6/2014).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk mencegah penularan MERS-CoV pun, pemerintah Arab Saudi telah mengeluarkan imbauan untuk menghindari kontak dengan unta yang tidak sehat. Begitu pula untuk mengonsumsi daging maupun susu unta, diimbau untuk memasaknya hingga benar-benar matang.
Namun demikian, Prof Tjandra mengatakan bahwa sejauh ini penularan MERS-CoV dari binatang masih belum bisa dipastikan. Imbauan untuk tidak berkunjung ke peternakan unta bagi para jamaah umrah asal Indonesia pun lebih ditujukan sebagai langkah pencegahan.
"Sebagian besar kasus MERS CoV terbukti tertular antar anggota keluarga atau kerabat, dan juga penularan di Rumah Sakit," kata Prof Tjandra.
Selain kelelawar, hewan lain yang hidup dekat dengan manusia juga diwaspadai oleh para peneliti MERS-CoV. Termasuk kucing dan anjing, belakangan sudah mulai diteliti kemungkinannya sebagai tempat tinggal virus korona penyebab MERS-CoV.
(up/up)











































