Wah, Biopsi Bisa Selesai 10 Menit Saja di RS Mitra Kemayoran

Wah, Biopsi Bisa Selesai 10 Menit Saja di RS Mitra Kemayoran

- detikHealth
Rabu, 04 Jun 2014 07:07 WIB
Wah, Biopsi Bisa Selesai 10 Menit Saja di RS Mitra Kemayoran
Praktik Biopsi di RS Mitra Kemayoran (Foto: Ajeng/detikHealth)
Jakarta - Payudara merupakan organ tubuh yang dianggap cukup penting bagi kaum hawa. Oleh sebab itu, kesehatannya patut dijaga. Tindakan skrining guna mendeteksi adanya penyakit seperti kanker pun kini dianggap penting, salah satunya biopsi.

"One Stop Breast Clinic ini merupakan klinik yang sedikit unik. Semua dilakukan dalam waktu 1 hari dan 1 atap Ini sangat efisien untuk wanita karier, karena dapat memangkas waktu untuk datang dan pergi berulang kali," ujar dr Alfiah Amiruddin MD, MS, dokter spesialis bedah konsultan payudara RS Mitra Kemayoran.

Hal tersebut ia sampaikan dalam media workshop yang diselenggarakan di RS Mitra Kemayoran, Jl Landas Pacu Timur, Kemayoran, Jakarta, seperti ditulis Rabu (4/6/2014).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

One Stop Service RS Mitra Kemayoran adalah sebuah klinik khusus yang memberikan pelayanan menyeluruh seputar perawatan dan penanganan payudara seperti konsultasi, deteksi dini, pemreiksaan biopsi, pengangkatan kelenjar getah bening ketiak dan rekonstruksi payudara.

Untuk pemeriksaan biopsi, klinik ini menggunakan bius lokal atau setempat yang meripakan metode unggulan selain biopsi jarum halus (FNAB), yang dilakukan di klinik rawat jalan dengan waktu sekitar 5-10 menit. Keduanya dilakukan tanpa harus membawa pasien ke kamar operasi, sehingga pasien dapat terhindar dari paparan obat-obatan bius dan dapat pulang pada hari yang sama.

"Selain teknik tersebut, ada juga berbagai metode operasi payudara terkini yang mengikuti standar internasional termasuk Hook Wire Localization Biopsy (HWLB), khusus untuk kanker payudara yang tumornya belum teraba," pungkas dr Alfiah.

Yang pasti, disampaikan dr Alfiah bahwa biopsi dilakukan untuk menemukan apakah tumor yang dimiliki pasien termasuk dalam kategori jinak atau ganas. "Sangat aman dan tidak ada kontra indikasi. Bahkan aman untuk wanita yang belum menikah dan ibu hamil," lanjutnya.

(ajg/up)

Berita Terkait