Sebenarnya Alzheimer hanya bisa diketahui dengan scan otak, namun seiring dengan kemajuan teknologi medis, makin banyak cara yang memudahkan dokter untuk mendeteksi risiko pikun seseorang. Berikut pemaparannya, seperti halnya dirangkum detikHealth, Kamis (5/6/2014).
|
Foto: Ilustrasi (Thinkstock)
|
1. Tes darah
|
Foto: Ilustrasi (Thinkstock)
|
Targetnya adalah tingkat kandungan protein dalam darah yang disebut 'clusterin'. Makin tinggi kadar clusterin dalam darah si pasien, maka risiko si pasien untuk mengalami gejala Alzheimer seperti daya ingat menghilang lebih cepat dan otak menyusut juga makin tinggi.
Tes ini diklaim tim peneliti dari Institute of Psychiatry, King's College, London dapat mengetahui risiko Alzheimer seseorang hingga 10 tahun lebih cepat.
1. Tes darah
|
Foto: Ilustrasi (Thinkstock)
|
Targetnya adalah tingkat kandungan protein dalam darah yang disebut 'clusterin'. Makin tinggi kadar clusterin dalam darah si pasien, maka risiko si pasien untuk mengalami gejala Alzheimer seperti daya ingat menghilang lebih cepat dan otak menyusut juga makin tinggi.
Tes ini diklaim tim peneliti dari Institute of Psychiatry, King's College, London dapat mengetahui risiko Alzheimer seseorang hingga 10 tahun lebih cepat.
2. Pemeriksaan mata
|
Foto: Ilustrasi (Thinkstock)
|
Tes ini diklaim bisa mendiagnosis risiko Alzheimer seseorang 20 tahun sebelum penyakit itu menyerang. Selain itu mengurangi biaya karena jauh lebih murah daripada tes memori dan scan otak.
2. Pemeriksaan mata
|
Foto: Ilustrasi (Thinkstock)
|
Tes ini diklaim bisa mendiagnosis risiko Alzheimer seseorang 20 tahun sebelum penyakit itu menyerang. Selain itu mengurangi biaya karena jauh lebih murah daripada tes memori dan scan otak.
3. Tes urine
|
Foto: Ilustrasi (Thinkstock)
|
Makin tinggi kadar albuminaria dalam urine-nya, maka orang yang bersangkutan berisiko lebih besar untuk mengalami penurunan fungsi otak.
"Kami cuma menemukan perubahan kecil pada kemampuan kognisinya. Namun bila (perubahan ini) berlanjut selama 10-15 tahun, ini bisa menjadi penurunan fungsi kognitif yang kelihatan pada usia 75-80 tahun," kata peneliti, Dr Joshua Barzilay.
3. Tes urine
|
Foto: Ilustrasi (Thinkstock)
|
Makin tinggi kadar albuminaria dalam urine-nya, maka orang yang bersangkutan berisiko lebih besar untuk mengalami penurunan fungsi otak.
"Kami cuma menemukan perubahan kecil pada kemampuan kognisinya. Namun bila (perubahan ini) berlanjut selama 10-15 tahun, ini bisa menjadi penurunan fungsi kognitif yang kelihatan pada usia 75-80 tahun," kata peneliti, Dr Joshua Barzilay.
4. Video game
|
Foto: Ilustrasi (Thinkstock)
|
Saat memainkan game, pemain harus konsentrasi menyetir sembari menembaki rambu-rambu yang ditemui. Game tersebut dirancang agar pemainnya mampu merencanakan, membuat keputusan, juga menangani distraksi yang menghadang di hadapannya.
Bila pasien berhasil memainkan game ini atau tak menemui kesulitan, itu bisa berarti risiko Alzheimer orang yang bersangkutan tergolong rendah. Begitu juga sebaliknya.
4. Video game
|
Foto: Ilustrasi (Thinkstock)
|
Saat memainkan game, pemain harus konsentrasi menyetir sembari menembaki rambu-rambu yang ditemui. Game tersebut dirancang agar pemainnya mampu merencanakan, membuat keputusan, juga menangani distraksi yang menghadang di hadapannya.
Bila pasien berhasil memainkan game ini atau tak menemui kesulitan, itu bisa berarti risiko Alzheimer orang yang bersangkutan tergolong rendah. Begitu juga sebaliknya.
5. Metabolisme dalam otak
|
Foto: Ilustrasi (Thinkstock)
|
Cara ini diklaim dapat memprediksi risiko pikun seseorang sejak usianya masih 25 tahun, karena proses peningkatan aktivitas glikosis tadi sudah terjadi sejak seseorang berusia 25 tahun. Bila makin aktif, itu tandanya risiko Alzheimernya juga makin besar.
5. Metabolisme dalam otak
|
Foto: Ilustrasi (Thinkstock)
|
Cara ini diklaim dapat memprediksi risiko pikun seseorang sejak usianya masih 25 tahun, karena proses peningkatan aktivitas glikosis tadi sudah terjadi sejak seseorang berusia 25 tahun. Bila makin aktif, itu tandanya risiko Alzheimernya juga makin besar.
Halaman 2 dari 12










































