Ini Manfaat Belajar Bahasa Asing Bagi Otak

Ini Manfaat Belajar Bahasa Asing Bagi Otak

- detikHealth
Kamis, 05 Jun 2014 10:31 WIB
Ini Manfaat Belajar Bahasa Asing Bagi Otak
Foto: Ilustrasi (Thinkstock)
Jakarta - Bahasa asing memang sangat dibutuhkan menjelang perdagangan bebas yang akan dibuka beberapa tahun lagi. Jika tak mampu berbahasa asing, bisa jadi peluang Anda untuk bekerja menjadi lebih kecil.

Akan tetapi bahasa asing tidak hanya memudahkan Anda mendapat pekerjaan lho. Ada manfaat tersembunyi yang diperoleh jika kita pandai berbahasa asing. Apa itu?

"Mereka yang bisa berbicara minimal dua bahasa mengalami demensia 4 sampai 5 tahun lebih lambat dari daripada yang hanya bisa bicara satu bahasa," tutur Dr Thomas H. Bak dari University of Edinburgh Center for Cognitive Aging and Cognitive Epidemiology, seperti dilansir Reuters, Kamis (5/6/2014).

Tidak hanya memperlambat demensia, mereka yang mampu berbahasa asing juga mendapat nilai kognitif yang lebih tinggi daripada yang tidak bisa berhasa asing. Itu artinya, belajar bahasa asing memang mampu membuat otak menjadi lebih sehat dan tetap muda bahkan ketika tua.

Pernyataan Dr Bak berasal dari hasil penelitian yang dilakukannya terhadap 853 warga Skotlandia. Para partisipan dahulu sempat menjalani tes kecerdasan pada tahun 1947, ketika mereka berumur 11 tahun. Lalu mereka dites kembali 69 tahun kemudian, yakni tahun 2008 dan 2010, untuk melihat kecerdasan mereka ketika berumur 70 tahunan.

Dari 853 orang tersebut, 262 orang memiliki kemampuan bahasa asing. Hasil tes pada tahun 2008 dan 2010 menunjukkan bahwa mereka memiliki nilai yang lebih tinggi dalam membaca, kecakapan bicara dan pengentahuan umum.

Dr Bak mengatakan bahwa hasil tersebut bukan merupakan 'keajaiban' dari bahasa asing. Belajar bahasa asing menurutnya adalah salah satu bentuk latihan bagi otak, dengan cara yang menyenangkan. Ia pun mengajak orang-orang untuk mau belajar bahasa asing meski sudah dewasa.

"Tidak ada kata terlambat, aku tidak menjamin Anda akan bebas demensia jika belajar bahasa asing, namun belajar bahasa asing merupakan kegiatan olahraga otak yang menyenangkan," tutupnya.

(up/up)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads