Padahal, faktanya tidak seperti itu. Meskipun salah satu tanda bahwa pada tubuh telah terjadi proses pembakaran adalah dengan keluarnya keringat, namun bukan berarti semakin banyak keringat keluar maka semakin besar lemak yang dibakar.
"Saat berlatih, besarnya lemak yang terbakar sangat ditentukan oleh lama melakukan latihan dan intensitas latihan, bukan jumlah keringat," tutur Rita Ramayulis, DCN, MKes, pakar gizi, seperti ditulis dalam bukunya 'Slim is Easy: Cara Ajaib Menurunkan Berat Badan dengan Diet REST' dan dikutip detikHealth pada Senin (9/6/2014).
Pengajar jurusan gizi di Poltekkes Jakarta II ini juga menyayangkan banyaknya masyarakat yang salah mengerti tentang hal ini. Akibatnya mereka justru sering berlatih dengan menggunakan mantel atau baju parasut agar tubuhnya cepat panas dan berkeringat lebih banyak.
"Hati-hati, pengeluaran keringat berlebihan berisiko dehidrasi, sehingga Anda lebih cepat lelah dan tidak mampu melanjutkan latihan dalam waktu yang lebih lama," terang Rita.
Faktanya, penelitian menyebutkan bahwa pembakaran lemak baru terjadi setelah menit ke-20 berlatih secara terus-menerus.











































