Batu Empedu hingga Arthritis, Ragam Risiko Penyakit Akibat Bobot Berlebih

Batu Empedu hingga Arthritis, Ragam Risiko Penyakit Akibat Bobot Berlebih

- detikHealth
Senin, 09 Jun 2014 09:33 WIB
Batu Empedu hingga Arthritis, Ragam Risiko Penyakit Akibat Bobot Berlebih
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Berat badan berlebih merupakan cerminan tidak seimbangnya antara asupan energi dan penggunaan energi dalam jangka waktu yang lama. Jika tak segera diatasi, kondisi ini bisa berlanjut kepada beberapa risiko penyakit.

Berikut empat risiko penyakit yang menghantui mereka dengan berat badan berlebihan, seperti dikutip detikHealth dari buku 'Slim is Easy: Cara Ajaib Menurunkan Berat Badan dengan Diet REST', yang ditulis oleh Rita Ramayulis, DCN, MKes, pada Senin (9/6/2014):



Ilustrasi (Foto: Thinkstock)

1. Kanker

Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Meskipun belum ditemukan secara pasti apa penyebab dari penyakit kanker, namun disebutkan bahwa berat badan yang berlebih juga turut memberikan pengaruh signifikan.

"Hasil penelitian menjelaskan bahwa laki-laki obesitas berisiko tinggi mengalami kanker usus besar, rektum dan kelenjar prostat. Sementara perempuan obesitas berisiko tinggi mengalami kanker payudara dan rahim," tulis Rita.

1. Kanker

Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Meskipun belum ditemukan secara pasti apa penyebab dari penyakit kanker, namun disebutkan bahwa berat badan yang berlebih juga turut memberikan pengaruh signifikan.

"Hasil penelitian menjelaskan bahwa laki-laki obesitas berisiko tinggi mengalami kanker usus besar, rektum dan kelenjar prostat. Sementara perempuan obesitas berisiko tinggi mengalami kanker payudara dan rahim," tulis Rita.

2. Diabetes

Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Dijelaskan oleh Rita, kenaikan berat badan sebesar 5-10 kg dari berat badan ideal akan meningkatkan risiko seseorang terkena diabetes mellitus tipe 2 sebesar dua kali lipat dibandingkan mereka yang tidak mengalami kelebihan berat badan.

"Hasil penelitian menjelaskan bahwa seorang penyandang diabetes mempunyai kadar lemak abnormal," terangnya.

2. Diabetes

Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Dijelaskan oleh Rita, kenaikan berat badan sebesar 5-10 kg dari berat badan ideal akan meningkatkan risiko seseorang terkena diabetes mellitus tipe 2 sebesar dua kali lipat dibandingkan mereka yang tidak mengalami kelebihan berat badan.

"Hasil penelitian menjelaskan bahwa seorang penyandang diabetes mempunyai kadar lemak abnormal," terangnya.

3. Batu empedu

Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Saat tubuh mengubah kelebihan lemak atau memetabolisme kelebihan lemak, maka akan terjadi peningkatan produksi cairan empedu di dalam hati.

"Selanjutnya, terjadi peningkatan simpanan cairan empedu dalam kantong empedu dan keadaan ini akan meningkatkan risiko batu empedu," tutur Rita.

3. Batu empedu

Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Saat tubuh mengubah kelebihan lemak atau memetabolisme kelebihan lemak, maka akan terjadi peningkatan produksi cairan empedu di dalam hati.

"Selanjutnya, terjadi peningkatan simpanan cairan empedu dalam kantong empedu dan keadaan ini akan meningkatkan risiko batu empedu," tutur Rita.

4. Asam urat atau gout

Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
"Asam urat atau gout adalah penyakit yang timbul akibat gangguan metabolisme purin. Penyakit ini ditandai dengan tingginya kadar asam urat yang terakumulasi dalam darah," pungkas pengajar di Poltekkes Jakarta II ini.

Hasil penelitian menjelaskan bahwa penyakit ini sering menyerang penderita kegemukan yang mengalami kelebihan berat badan lebih dari 30 persen.

4. Asam urat atau gout

Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
"Asam urat atau gout adalah penyakit yang timbul akibat gangguan metabolisme purin. Penyakit ini ditandai dengan tingginya kadar asam urat yang terakumulasi dalam darah," pungkas pengajar di Poltekkes Jakarta II ini.

Hasil penelitian menjelaskan bahwa penyakit ini sering menyerang penderita kegemukan yang mengalami kelebihan berat badan lebih dari 30 persen.
Halaman 2 dari 10
Meskipun belum ditemukan secara pasti apa penyebab dari penyakit kanker, namun disebutkan bahwa berat badan yang berlebih juga turut memberikan pengaruh signifikan.

"Hasil penelitian menjelaskan bahwa laki-laki obesitas berisiko tinggi mengalami kanker usus besar, rektum dan kelenjar prostat. Sementara perempuan obesitas berisiko tinggi mengalami kanker payudara dan rahim," tulis Rita.

Meskipun belum ditemukan secara pasti apa penyebab dari penyakit kanker, namun disebutkan bahwa berat badan yang berlebih juga turut memberikan pengaruh signifikan.

"Hasil penelitian menjelaskan bahwa laki-laki obesitas berisiko tinggi mengalami kanker usus besar, rektum dan kelenjar prostat. Sementara perempuan obesitas berisiko tinggi mengalami kanker payudara dan rahim," tulis Rita.

Dijelaskan oleh Rita, kenaikan berat badan sebesar 5-10 kg dari berat badan ideal akan meningkatkan risiko seseorang terkena diabetes mellitus tipe 2 sebesar dua kali lipat dibandingkan mereka yang tidak mengalami kelebihan berat badan.

"Hasil penelitian menjelaskan bahwa seorang penyandang diabetes mempunyai kadar lemak abnormal," terangnya.

Dijelaskan oleh Rita, kenaikan berat badan sebesar 5-10 kg dari berat badan ideal akan meningkatkan risiko seseorang terkena diabetes mellitus tipe 2 sebesar dua kali lipat dibandingkan mereka yang tidak mengalami kelebihan berat badan.

"Hasil penelitian menjelaskan bahwa seorang penyandang diabetes mempunyai kadar lemak abnormal," terangnya.

Saat tubuh mengubah kelebihan lemak atau memetabolisme kelebihan lemak, maka akan terjadi peningkatan produksi cairan empedu di dalam hati.

"Selanjutnya, terjadi peningkatan simpanan cairan empedu dalam kantong empedu dan keadaan ini akan meningkatkan risiko batu empedu," tutur Rita.

Saat tubuh mengubah kelebihan lemak atau memetabolisme kelebihan lemak, maka akan terjadi peningkatan produksi cairan empedu di dalam hati.

"Selanjutnya, terjadi peningkatan simpanan cairan empedu dalam kantong empedu dan keadaan ini akan meningkatkan risiko batu empedu," tutur Rita.

"Asam urat atau gout adalah penyakit yang timbul akibat gangguan metabolisme purin. Penyakit ini ditandai dengan tingginya kadar asam urat yang terakumulasi dalam darah," pungkas pengajar di Poltekkes Jakarta II ini.

Hasil penelitian menjelaskan bahwa penyakit ini sering menyerang penderita kegemukan yang mengalami kelebihan berat badan lebih dari 30 persen.

"Asam urat atau gout adalah penyakit yang timbul akibat gangguan metabolisme purin. Penyakit ini ditandai dengan tingginya kadar asam urat yang terakumulasi dalam darah," pungkas pengajar di Poltekkes Jakarta II ini.

Hasil penelitian menjelaskan bahwa penyakit ini sering menyerang penderita kegemukan yang mengalami kelebihan berat badan lebih dari 30 persen.

(ajg/up)

Berita Terkait