Sumber yang dimaksud adalah para wet nurse, yakni perawat yang biasa disewa untuk menyusui bayi-bayi dari para ibu dengan masalah laktasi. Namun di Shenzhen, provinsi Guangdong, jasa mereka banyak dimanfaatkan oleh para pria dewasa yang punya banyak uang.
Tren menyewa wet nurse tersebut populer karena ada mitos bahwa ASI mengandung nutrisi yang bisa memperbaiki kesehatan. Maklum, para pria di wilayah tersebut bekerja begitu keras sehingga kurang menjaga kesehatan badannya sendiri.
Salah satu perusahaan yang menyalurkan jasa wet nurse adalah Xinxinyu Household Service. Manajernya, Lin Jun mengatakan bahwa perusahaannya akan terus mempromosikan dan mengembangkan bisnis ASI dari bayi ke orang dewasa.
"Klien dapat memilih apakah ia ingin mengonsumsi langsung dari payudara atau lewat botol pompa jika tidak nyaman minum langsung," ujar Lin seperti pernah diberitakan detikHealth, dan dikutip ulang pada Selasa (10/6/2014).
Sumber anonim menyebutkan bahwa mengonsumsi ASI sudah menjadi hal biasa bagi dirinya dan teman-temannya. Ia juga mengatakan bahwa ia membayar sekitar Rp 28 juta untuk jasa wet nurse yang tinggal di rumahnya selama sebulan.
Sementara itu, dikutip dari BBC, para ahli mengatakan bahwa praktik tersebut mungkin lebih ke arah servis seksual.
"Ada perbedaan yang esensial antara menghisap payudara dengan meminum dari botol. Terlalu berlebihan jika hanya ingin memenuhi nutrisi lewat payudara langsung," ujar Mei Chunlai, salah seorang pengacara di Guangdong.
(up/up)











































