Hingga saat ini belum ditemukan obat untuk menyembuhkan diabetes, sehingga yang bisa dilakukan pasien penyandang penyakit tersebut adalah mengendalikannya agar tidak menjadi terlalu parah.
dr. Rochsismandoko, Sp. PD., KEMD, dari Persadia (Persatuan Diabetes Indonesia) menuturkan pengalamannya selama bertugas menjadi dokter untuk para penderita diabetes. Ia menyayangkan karena banyak pasien diabetes sangat sulit mengikuti instruksi dokter.
"Saran-saran dari dokter mereka rasakan terlalu kompleks, sekarang mereka merasa sehat, padahal komplikasinya baru muncul lima sampai 10 tahun ke depan," ujar dr. Rochsismandoko.
Ditemui pada acara yang sama, Epie Suryono (58), seorang penyandang diabetes selama sekitar 31 tahun membenarkan hal tersebut. Sebagai seseorang yang mengidap diabetes ia sendiri mengaku pernah melanggar saran-saran dokter.
Epie mengatakan bahwa salah satu alasan mengapa pasien jarang mendengarkan nasihat dokter adalah karena mereka menolak merasa sakit. Epie sendiri selama 31 tahun menyandang diabetes, baru sembilan tahun terakhir ini ia tertib mengikuti anjuran dokter.
"Orang didiagnosa awal kena diabetes tidak merasa sakit. Mereka masih segar, enak tidur dan makan, makanya mereka menolak divonis mengidap diabetes. Selama sekitar 22 tahun saya sendiri dalam masa kegelapan karena saya kurang edukasi." terang Epie.











































