Mengantisipasi penyebarannya yang sudah semakin luas, pemerintah Sierra Leone melalui Kementerian Informasinya pun menutup perbatasan yang menghubungkan Sierra Leone, Guinea dan Liberia. Perbatasan yang ditutup meliputi distrik Kailahun dan beberapa distrik lain di sekitarnya.
Tak hanya menutup perbatasan, pemerintah Sierra Leone juga menutup sekolah, bioskop dan kelab malam yang berada di daerah perbatasan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Penularan penyakit ini diketahui lebih banyak terjadi di sekolah dan menyerang anak-anak daripada orang dewasa. Maka dari itu kami menilai lebih efektif untuk menutup sekolah," tutur Nicol seperti dilansir Reuters, Jumat (13/6/2014).
Penutupan ini tidak berlaku di tempat ibadah seperti gereja dan masjid. Akan tetapi Nicol mengingatkan para pemuka agama untuk segera membawa warga yang mengalami demam ke klinik atau rumah sakit.
Berdasarkan laporan Reuters, warga menyambut baik penutupan sekolah, bioskop dan kelab malam yang dilakukan pemerintah. Hal ini disebabkan untuk mengurangi kontak fisik yang dapat menularkan virus ebola.
Virus ebola menarik perhatian dunia setelah membunuh 208 orang di Guinea Februari hingga awal Juni kemarin. WHO mengatakan bahwa virus ini dapat menyebabkan demam tinggi, sakit kepala, dan nyeri otot.
Penularannya pun cukup mudah yakni dengan kontak fisik dan keringat. Jika dibiarkan berlarut di tubuh, virus ini dapat menyebabkan penderitanya muntah-muntah, diare serta yang paling fatal kematian akibat pendarahan internal dan eksternal.











































