Salah satunya disampaikan oleh dr Arie Cahyono, SpTHT dari RS Premier Bintaro. Menurutnya, jepitan terus menerus pada batang hidung bisa memberikan trauma pada pembuluh darah. Pada kondisi tertentu, trauma tersebut bisa membuat pembuluh darah pecah sehingga terjadi mimisan.
"Di sekat hidung itu kan pusatnya pembuluh darah di hidung. Pada orang yang gampang mimisan, khususnya anak-anak, jika hidung dicubit, ditarik, atau dijepit dengan alat itu bisa menyebabkan mimisan lebih sering terjadi," ungkap dr Arie kepada detikHealth, seperti ditulis Selasa (17/6/2014).
Dikatakan oleh dr Arie, belum pernah ada bukti atau penulisan ilmiah terkait keamanan dan keampuhan jepit pemancung hidung. Menurutnya, efek trauma pada pemakaian alat tersebut tidak akan memancungkan hidung tetapi justru membengkokkan hidung ke kiri atau ke kanan.
Senada dengan dr Arie, dr Beta Subakti Nata'atmaja, SpBP-RE dari Departemen Bedah Plastik Rekonstruksi dan Estetik Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga mengatakan bahwa tidak mungkin alat yang dijual seharga Rp 50 ribuan tersebut dapat membuat hidung menjadi mancung. Alasannya, hidung terdiri dari tulang rawan kulit sehingga tidak mungkin membesar jika dipijat, dijepit atau dicubit.
"Untuk memancungkan hidung, tulang rawan bisa dijahit atau ditambah. Nanti tinggal ditutup kulit. Biasanya kalo tidak dengan silikon, diambilkan tulang rawan di telinga atau septum (pembatas) di bagian tengah hidung," terang dr Beta.
(up/up)











































