"Dari Januari dia udah nggak mau kontrol. Terus bulan Maret lalu udah setop minum obat. Katanya udah nggak kuat, apalagi kan obat buat paru itu gede-gede," tutur istri Reza, Hardiana Ikawaty (36) saat dihubungi detikHealth, Rabu (18/6/2014).
Bukan hanya tidak mau kontrol ke dokter dan minum obat, sejak dirawat di RS Fatmawati pada bulan Maret lalu, Reza sudah tidak mau makan nasi karena merasa mual dan enek. Padahal, sebelumnya ia masih mau makan nasi.
Hingga mau tak mau Ika lebih selektif dalam menggunakan bahan makanan yang ada diolah, misalnya mengganti minyak goreng biasa dengan minyak zaitun. Atau ketika membeli makanan di luar pun Ika meminta tidak menggunakan MSG serta memilih tempat makan yang benar-benar bersih.
"Dari bulan Maret dia cuma mau minum susu dan sari kacang hijau atau jus buah. Dulu minum susunya bisa enam kali sehari sekarang maksimal cuma tiga kali. Minum sari kacang hijau bisa dua atau tiga kali," kata Ika.
Terhitung mulai bulan Maret lalu, kondisi Reza juga tak kunjung membaik. Ia hanya bisa menggerakkan badannya ke ke kanan dan kiri saja. Buang air kecil juga menggunakan pispot bahkan terkadang buang air besar di tempat tidur.
"Tapi kalau dia mau BAB di kamar mandi, ya saya bopong. Habis di rumah nggak ada siapa-siapa lagi, cuma saya sama anak-anak," kata Ika.
Kemampuan bicaranya pun mulai menurun. Paling-paling ia masih senang mendengarkan kaset berisi tadarus Alquran saja. Dengan sang anak, pria keturuan Jawa-Makassar ini masih bisa berkomunikasi walau terkadang si anak kurang mengerti apa yang dikatakan sang ayah. Reza juga terkadang suka lupa apakah sudah shalat atau belum.
Begitu juga saat akan memanggil sang anak, Reza sering lupa siapa nama anaknya. Di rumahnya di daerah Beji, Depok, Ika hanya tinggal dengan Reza dan ketiga anaknya yang berusia sebelas, sembilan, dan 3,5 tahun. Untuk mendapatkan pemasukan guna memenuhi kebutuhan sehari-hari, Ika membuka usaha kecil-kecilan dan juga jual beli secara online.
"Untuk biaya pengobatan, banyak bantuan dari saudara dan teman. Biaya berobat kalau di RS Pemerintah menggunakan BPJS, ya ada obat atau suntikan yang harus dibayar sendiri. Kalau di RS swasta pakai biaya pribadi," tutur Ika.
Bagi pembaca detikHealth yang ingin membantu Reza dan keluarganya, bantuan bisa disalurkan melalui No rek BCA a.n Hardiana Ikawati 7000208625. Atau mendatangi langsung alamat keluarga Reza di Jl. KH Ahmad Dahlan RT 01/06 No.12 C (depan SD Muhammadiyah), Kukusan, Beji, Depok, 16425.
(rdn/ajg)











































