"Tidak benar, orang dewasa membutuhkan jumlah jam tidur yang sama dengan orang di usia muda. Kebutuhan orang dewasa cukup stabil maka dari itu setelah berusia 20 tahun Anda perlu menetapkan jumlah tidur yang konstan," tutur Profesor David Hillam, ketua Sleep Health Foundation.
Lebih lanjut, prof Hillman mengatakan justru banyak orang dewasa yang bertahan dari rasa kantuk karena menganggap hal itu merupakan salah satu proses penuaan. Akibatnya mereka pun tak mencari bantuan dan justru bisa menimbulkan masalah kesehatan karena kurang tidur.
"Padahal dengan waktu tidur yang cukup, seseorang akan bangun di keesokan harinya dengan badan dan pikiran yang segar. Bahkan orang yang sudah lanjut usia akan terlihat awet muda," tutur prof Hillman seperti dikutip dari ABC Australia, Kamis (19/6/2014).
Dikatakan prof Hillam, jam tubuh yang dimiliki masing-masing seseorang memengaruhi produksi hormon melatonin yang bisa membuat seseorang mengantuk. Selain itu, orang dewasa juga lebih mungkin memiliki fase tidur yang diperpanjang.
Fase tidur yang diperpanjang ini membuat seseorang akan tidur lebih awal di malam hari dan akan terjaga lebih dini dari biasanya. Bahkan, rasa kantuk pun bisa datang di sore hari namun mengingat di waktu sore banyak yang masih beraktivitas, maka waktu tidur pun tertunda.
"Semakin bertambah usia ada beberapa masalah kesehatan yang berdampak signifikan dengan kualitas tidur seseroang di antaranya nyeri, demensia, refluks asam lambung dan sleep apnea," kata prof Hillman.
Tak hanya itu, beberapa obat antidepresan, hipertensi, dan diuretik juga bisa menghambat kemampuan orang untuk tertidur. "Jika Anda mengalami beberapa masalah itu segeralah berkonsultasi ke dokter supaya tidur Anda tak terganggu," tutup prof Hillman.
(rdn/up)











































