Siaga MERS, Peralatan Mutakhir Digerakkan di Bandara Soekarno Hatta

Siaga MERS, Peralatan Mutakhir Digerakkan di Bandara Soekarno Hatta

- detikHealth
Kamis, 19 Jun 2014 07:13 WIB
Siaga MERS, Peralatan Mutakhir Digerakkan di Bandara Soekarno Hatta
Foto: Firdaus/detikHealth
Jakarta - Menanggapi ancaman penyakit Middle East Respiratory Syndrom (MERS) atau sindrom pernafasan timur tengah, Indonesia diharapkan bersiaga menghadapi pandemi penyakit menular. Sebuah simulasi digelar di Bandara Soekarno Hatta pada Rabu (18/6/2014) untuk mencegah penyebaran MERS di Indonesia.

Simulasi yang dilakukan oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) tersebut melihatkan standar prosedur yang akan dijalankan jika ada skenario kasus infeksi ataupun skenario kedatangan pesawat dari negara yang diketahui terdapat infeksi MERS.

Dari awal, penumpang turun akan diperiksa menggunakan thermal scanner, penumpang dengan suhu 38 derajat celcius ke atas akan dibawa ke ruang wawancara khusus dan diperiksa lebih lanjut di tenda isolasi sementara penumpang lainnya yang lolos dapat melanjutkan perjalanan. Jika dari awal sudah ada dugaan penumpang terinfeksi MERS, maka penumpang tersebut akan langsung dibawa dengan ambulans ke tenda isolasi yang telah didirikan sebelumnya.

Semua prosedur tersebut dilakukan dengan keamanan dan pencegahan penyebaran yang menjadi prioritas utama. Para tim KKP yang terdiri dari tenaga medis tersebut menggunakan pakaian pelindung, ambulans, dan tenda khusus.

Sekretaris Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Lingkungan Kementerian Kesehatan, Mohammad Subuh mengatakan pakaian tersebut dibeli dengan anggaran alat perlindungan diri. Alat tersebut tersedia di seluruh 49 kantor KKP di Indonesia dengan stok sekitar 50 baju pelindung untuk tiap KKP.

"Tenda ini adalah tenda khusus, saya kira tidak dimiliki siapapun di Indonesia kecuali KKP. Setiap KKP bandara punya satu. Tendanya itu tekanan negatif yang artinya begitu tenda itu ditutup, lingkungan di dalam tenda akan menekan terjadinya infeksi karena kuman-kumannya tertekan sehingga dalam tenda itu pada prinsipnya aman dari penyebaran. Begitu juga ambulans kami, ambulans yang dipakai itu juga tekanan negatif khusus buat pengangkut pasien infeksi," kata Subuh saat ditemui pada acara simulasi waspada MERS di Bandara Soekarno Hatta, Banten, seperti ditulis Kamis (19/6/2014).

Tenda isolasi yang digunakan diklaim oleh KKP tahan api. Subuh juga menjelaskan lebih jauh bahwa tenda tersebut diimpor dari Jerman dan Perancis dengan bahan yang digunakan menggunakan titanium dan serat poliester.

Subuh mengatakan bahwa peralatan baju pelindung, tenda, dan ambulans akan disterilisasi setiap kali digunakan. Sterilisasi dilakukan dengan menggunakan cairan disinfektan yang disemprotkan pada permukaan alat-alat. Setelah steril, khusus pakaian pelindung akan dimusnahkan agar terhindar dari resiko virus atau bakteri yang masih menempel.

"Itu memang sudah prosedur standarnya. Satu pakaian untuk satu pasien, tidak bisa dipakai ulang. Kalau kekurangan pakaian nanti akan kita stok lagi dari rumah sakit rujukan kita RS Sulianti Saroso," tambah Subuh.

(up/up)

Berita Terkait