Ya, itulah yang diutarakan oleh para delegasi dalam konferensi Royal College of Nursing bahwa kombinasi dari kesembronoan dan performa yang buruk dari penjaga kamar rawat inap bisa membuat pasien terjaga. Oleh karena itu, para perawat yang hadir dalam pertemuan tersebut menyerukan supaya di malam hari pasien dipindahkan ke ruangan khusus tanpa adanya kebisingan supaya tidak mengganggu istirahat si pasien.
"Kombinasi alarm pasien, percakapan antar staf, telepon, bahkan derap sepatu bisa mengganggu tidur pasien. Hal ini penting bagi kita untuk berusaha mengurangi kebisinganm di ruang rawat inap," tutur Debbie Simmonds, salah satu peserta asal Suffolk.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Debbie pun menyarankan sebaiknya digunakan alarm yang bergetar dan tidak memperbolehkan nada dering pada ponsel di ruang rawat inap. Seperti Debbie, delegasi lain, Maura Buchanan juga mengatakan sumber kebisingan paling sering adalah saat staf RS berbicara keras.
"Selain itu, mendengarkan radio, membangunkan pasien untuk observasi juga bisa membuat pasien terjaga saat sedang lelap," kata Buchanan seperti dikutip dari BBC, Sabtu (21/6/2014).
Meski demikian, diakui Buchanan hal ini juga tergantung dari bagaimana pengelolaan bangsal rawat inap meskipun tidur mempromosikan kesehatan dan penyembuhan pasien. Hal ini dipertegas oleh Margaret Devlin dari Irlandia Utara.
"Kebisingan RS saat malam hari sulit dihindari sebab RS bagaimanapun adalah sebuah lingkungan kerja, bukan seperti hotel. Tapi ada baiknya jika dikoordinasikan agar kebisingan di ruang rawat inap bisa diminimalisir dengan menerapkan beberap aturan," kata Devlin.
(rdn/up)











































