Jumat, 27 Jun 2014 17:02 WIB

Riset Kanker Darah, Ilmuwan Malah Temukan Obat Kanker Payudara

- detikHealth
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Glasgow - Selama ini kanker payudara diketahui sebagai salah satu jenis kanker yang paling sulit disembuhkan sekaligus mematikan. Namun sekumpulan ilmuwan justru menemukan cikal-bakal obat kanker payudara ketika sedang melakukan riset tentang kanker darah.

Yang dimaksud adalah kanker payudara tripel negatif (TNBC) di mana satu-satunya opsi pengobatan adalah kemoterapi, radioterapi atau operasi. Kanker payudara tripel negatif mencakup 15 persen dari seluruh kasus kanker payudara yang umumnya ditemukan.

Sedangkan jenis kanker payudara lainnya masih dapat diobati dengan terapi lain. Semisal pasien kanker payudara positif estrogen atau progesteron, biasanya diberi terapi hormon Tamoxifen, dan penderita kanker payudara positif-HER2 ampuh bila diobati dengan Herceptin.

Tanpa disangka, tim dari University of Glasgow itu menemukan satu DNA yang cacat dan selama ini diketahui menyebabkan leukemia atau kanker darah ternyata berperan aktif pada munculnya tumor lain, termasuk kanker payudara mematikan tadi. Gen tersebut dikenal dengan nama gen RUNX1.

Dari hasil tes terhadap 483 pasien kanker payudara tripel negatif terungkap pasien yang positif memiliki gen RUNX1 berisiko empat kali lebih besar meninggal dunia karena kankernya ketimbang pasien kanker yang sama tapi tidak dilaporkan memiliki gen tersebut.

"Ini membuka peluang yang potensial karena gen ini dapat dimanfaatkan sebagai cikal-bakal pengobatan baru, khususnya untuk kanker payudara tripel negatif," kata peneliti Dr Karen Blyth bangga, seperti dikutip dari BBC, Jumat (27/6/2014).

Dr Blyth menambahkan hal pertama yang harus dilakukan peneliti adalah membuktikan bahwa gen RUNX1 ini benar-benar bersifat kausatif pada kanker yang dimaksud. Lalu peneliti perlu memastikan apa yang terjadi bilamana gerak-gerik gen ini dihalangi.

Namun di sisi Dr Blyth menyadari bila peranan gen RUNX1 ini cukup kompleks. Pasalnya gen ini bersifat vital untuk menjaga agar sel tubuh bisa bertahan hidup dan berperan penting dalam proses produksi darah. Dengan kata lain, bila nanti obat untuk kanker payudara atau obat apapun yang menyasar gen sudah ada, ada kemungkinan munculnya efek samping yang kurang menyenangkan pada pasien.

Dalam studi terpisah, tim peneliti dari University College London mengklaim menemukan langkah awal untuk mendeteksi risiko kanker payudara seseorang hanya dengan melakukan tes darah.

Menurut peneliti, bila sel kekebalan dalam darah si pasien mengandung gen BRCA1, itu tandanya orang yang bersangkutan berisiko tinggi terkena kanker payudara. Bahkan konon cara ini diklaim bisa memprediksi risiko kanker payudara seseorang beberapa tahun sebelum ia benar-benar didiagnosis mengidap penyakit mematikan tersebut.





(lil/up)
News Feed