Minggu, 29 Jun 2014 12:00 WIB

Tensi Tinggi, Pria Bisa Mendadak Buta Warna

- detikHealth
illustrasi (thinkstock)
Saitama, Jepang - Kalau sudah tensi tinggi, maka yang biasanya diwanti-wanti adalah kemungkinan stroke atau serangan jantung, meskipun sifatnya jangka panjang. Namun sebuah studi menemukan pria Jepang yang tensinya tinggi bisa mendadak buta warna. Kok bisa ya?

Setahu Dr Takuhei Shoji dari Saitama Medical University, tekanan darah tinggi memang ada kaitannya dengan gangguan penglihatan tertentu. Untuk memastikannya, ia merekrut 872 pria berusia 20-60 tahun dari Pasukan Bela Diri Jepang atau semacam angkatan bersenjata Jepang dan kebetulan bertugas di Kyoto.

Masing-masing partisipan dilihat rekam medisnya, diukur tekanan darahnya dan diminta menjalani dua jenis tes untuk mengetahui akurasi penglihatan mereka, terutama kemampuan mereka untuk membedakan warna yang berbeda-beda.

Hasilnya, 130 orang gagal di tes pertama dan 31 orang gagal di tes kedua. Kemudian setelah peneliti mempertimbangkan aspek-aspek seperti berat badan, tingkat kolesterol, kadar gula darah dan gangguan penglihatan yang mungkin sedang dihadapi, muncul kesimpulan bahwasanya ketika tekanan darah partisipan melonjak, risiko buta warna atau setidaknya kesulitan melihat atau membedakan warna akan menyertai.

Akan tetapi karena studi hanya dilakukan dalam waktu singkat sehingga peneliti tak dapat memastikan ada tidaknya kaitan antara perubahan tekanan darah dengan penglihatan partisipan dari waktu ke waktu.

Menanggapi studi ini, pakar lain bernama Dr. Saadia Rashid dari Montefiore Medical Center, New York mengatakan lagipula untuk mengetes kemampuan seseorang untuk melihat warna berbeda dengan tes mata biasa.

"Bisa jadi tensi tinggi itu merusak bagian mata tertentu, dan nanti mungkin juga bisa menyebabkan kebutaan. Atau sebaliknya, buta warna dadakan bisa dijadikan salah satu gejala adanya gangguan kesehatan di masa depan yang berkaitan dengan tekanan darah tinggi. Tapi ini masih harus diteliti lagi," imbuhnya seperti dikutip dari Reuters, Minggu (29/6/2014).



(lil/up)