Punya Sakit Mag Tapi Ingin Lancar Berpuasa? Bisa, Begini Caranya

Anti Lemas Saat Puasa

Punya Sakit Mag Tapi Ingin Lancar Berpuasa? Bisa, Begini Caranya

- detikHealth
Selasa, 01 Jul 2014 17:35 WIB
Punya Sakit Mag Tapi Ingin Lancar Berpuasa? Bisa, Begini Caranya
ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Adanya gangguan pencernaan seperti mag pastinya sangat mengganggu. Apalagi ketika Ramadan tiba, mag bisa saja membuat seseorang tak lancar menjalankan puasa. Meski demikan, masih ada cara yang bisa dilakukan agar penyandang mag bisa lancar berpuasa.

"Sebaiknya hindari makanan dan minuman yang banyak mengandung gas antara lain sawi, kol, nangka, pisang ambon, makanan berserat tertentu seperti kedondong dan buah yang dikeringkan, juga minuman bersoda," terang dr Ari Fahrial Syam, SpPD, KGEH, FINASIM.

Selain itu, hindari juga minuman yang bisa merangsang pengeluaran asam lambung misalnya kopi, minuman beralkohol 5%-20%, anggur putih, sari buah sitrus atau susu full cream. Makanan yang sulit dicerna dan dapat memperlambat pengosongan lambung pun sebaiknya 'absen' dulu selama bulan Ramadan.

"Makanan seperti itu bisa menyebabkan peningkatan peregangan di lambung yang akhirnya dapat meningkatkan asam lambung," lanjut dr Ari dalam keterangan tertulis kepada wartawan dan ditulis pada Selasa (1/7/2014).

Makanan berlemak, kue tar, gorengan, cokelat, dan keju adalah contoh asupan yang lama dicerna di dalam lambung. Selain itu, asupan tersebut juga bersifat melemahkan klep kerongkongan bawah sehingga menyebabkan cairan lambung dapat naik ke kerongkongan. Makanan pedas dan asam yang bisa merusak dinding lambung juga harus dihindari.

Ada pula sumber karbohidrat yang harus dihindari yakni beras ketan, mi, bihun, bulgur, jagung, ubi, singkong, talas,dan dodol. dr Ari juga sangat tidak menganjurkan makan permen terutama permen karet serta merokok setelah berbuka atau sahur karena kegiatan itu bisa meningkatkan gas di dalam lambung.

"Saat berbuka cukup dengan minuman yang manis dan 3 buah kurma. Jumlah makan malam tetap seperti biasa dan bukan menggeser jumlah makan siang dikonsumi saat malam kekita berbuka," kata dr Ari.

"Saat sahur hindari makanan yang sulit dicerna dan perhatikan kualitas makanan yang dikonsumsi. Kadang,karena buru-buru kita hanya menghangatkan makanan saat sahur tanpa memperhatikan kualitas makanan tersebut," pungkasnya.

(rdn/up)

Berita Terkait