Lantas dalam kondisi apa saja seseorang bisa terkena tuli mendadak? Berikut uraiannya seperti dirangkum detikHealth, Kamis (3/7/2014).
1. Gangguan neurologis
|
Ilustrasi (Foto: Getty Images)
|
2. Trauma
|
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
|
3. Kemasukan benda asing
|
Ilustrasi (Foto: Getty Images)
|
"Namun ini tergolong tuli mendadak yang tak perlu penanganan khusus karena dalam 2-3 hari bisa hilang dengan sendirinya. Ya kalau tidak benda asingnya harus diambil," tambah dr Mahatma yang akrab disapa dr Boni tersebut.
4. Infeksi virus
|
Ilustrasi (Foto: Getty Images)
|
Sejumlah virus yang kerap dikaitkan dengan tuli mendadak antara lain gondok, campak, rubella, meningitis, sifilis dan AIDS.
5. Berada di ketinggian dan kedalaman tertentu
|
Stig Severinsen, pria yang bisa menahan napas dalam air terlama di dunia (dok: Facebook)
|
"Tapi kalau tekanan pada telinga tengah naik-turun terlalu lama, ini juga bisa menyebabkan tuli permanen," imbuh dr Boni.
6. Pemakaian obat secara berlebihan
|
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
|
7. Usia
|
Ilustrasi (Foto: Getty Images)
|
"Bisa juga karena komplikasi dari penyakit yang diidap sebelumnya, seperti stroke atau sakit gula yang lama," kata dr Boni.
Halaman 4 dari 8











































