Oleh sebab itu, penting bagi Anda untuk mengetahui fakta dari 4 mitos terkait kebiasaan makan hewan ini. Berikut seperti dikutip dari CNN, Senin (7/7/2014):
Mitos 1: Semua nyamuk mengisap darah manusia
|
illustrasi (thinkstock)
|
Spesies Aedes vexans, yang ditemukan di setiap negara bagian Amerika Serikat, hanya mengisap darah manusia. Mungkin ini yang membuat nyamuk seakan hanya 'mengincar' darah manusia saja.
"Untuk spesies ini, jika Anda mamalia maka Anda berada dalam targetnya setiap saat," ungkap Joseph M. Conlon, ahli entomologi dan penasihat teknis untuk American Mosquito Control Association.
Mitos 2: Nyamuk tertarik pada warna dan jenis darah tertentu
|
illustrasi (thinkstock)
|
Sama halnya seperti menggunakan pakaian berwarna gelap, menurut Conlon hal ini juga tidak berdampak signifikan terhadap ketertarikan nyamuk.
Harry Savage, kepala entomologi penelitian di Centers for Disease Control and Prevention (CDC), mengatakan bahwa karbon dioksida dan panas tubuh adalah 'penarik' terbesar bagi nyamuk. Aroma tubuh juga memiliki peran cukup besar terhadap ketertarikan nyamuk. Bahan dalam keringat dan sekresi kulit lainnya, yang sering ditentukan secara genetik, bisa membuat seseorang lebih menarik bagi nyamuk dibandingkan orang lainnya.
Tak cuma itu, ukuran tubuh menurut kedua ahli ini juga memiliki pengaruh. Bukti menunjukkan bahwa nyamuk cenderung memilih pria daripada wanita, orang dewasa daripada anak-anak dan orang-orang yang bertubuh lebih besar daripada bertubuh kecil. Conlon mengatakan alasannya adalah mereka yang secara fisik lebih besar cenderung akan menghasilkan lebih banyak panas tubuh, lebih banyak karbon dioksida dan memiliki massa tubuh yang lebih besar.
Mitos 3: Nyamuk lebih menyukai darah wanita hamil
|
illustrasi (thinkstock)
|
Berdasarkan hasil tersebut, diduga penyebabnya adalah karena wanita hamil mengeluarkan lebih banyak panas tubuh dan karbon dioksida.
Conlon dan Savage mengatakan studi ini mungkin berlaku, tetapi tidak memiliki alasan dan informasi yang cukup akurat.
Mitos 4: Tanaman Citronella dan lilin mencegah gigitan nyamuk
|
illustrasi (thinkstock)
|
"Conlon juga memperingatkan terhadap produk alami yang diklaim dapat mengusir nyamuk. "Tidak ada tekanan evolusi yang menghasilkan penolak nyamuk bagi manusia. Manusia hanyalah sumber protein di planet ini," ungkapnya.
Halaman 2 dari 5











































