Jangan Tunggu Sampai Kehausan, Orang Tua Perlu Jaga Anak dari Dehidrasi

Jangan Tunggu Sampai Kehausan, Orang Tua Perlu Jaga Anak dari Dehidrasi

- detikHealth
Kamis, 10 Jul 2014 07:00 WIB
Jangan Tunggu Sampai Kehausan, Orang Tua Perlu Jaga Anak dari Dehidrasi
illustrasi (thinkstock)
Jakarta - Anak balita terutama, selalu fokus dengan sekitarnya sehingga ia tidak sadar bahwa dirinya merasa haus. Para ahli mengatakan jangan tunggu sampai anak bilang dirinya haus, tawari anak minum secara berkala terlebih pada musim kemarau saat konsumsi air yang lebih dibutuhkan oleh tubuh.

Menurut Dr. Holly Benjamin, Associate Professor dari Pediatrics and Orthopedic Surgery, University of Chicago, saat seorang anak meminta minum tubuhnya sudah mengalami kekurangan air atau dehidrasi sebesar 3%.

Untuk tetap menjaga kesehatan tubuh dan terhidrasi dengan baik, remaja membutuhkan sekitar 11 gelas air perhari dan balita umur 1 sampai 3 membutuhkan 4 gelas air perhari.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Marina Chaparro, juru bicara dari Academy of Nutrition and Dietetics mengatakan air tidak hanya berfungsi untuk menghilangkan dahaga.

"Air merupakan mekanisme pendingin tubuh, ia mengangkut cairan, mengangkut nutrisi, membantu pencernaan, membantu fungsi kognitif, dan mempertahankan berat badan yang sehat," ujar Chaparro dikutip dari Reuters, Kamis (10/7/2014).

Dehidrasi ringan pada anak dapat menyebabkan mulut kering, lelah, haus, lemah otot, dan sakit kepala. Orang tua perlu membiasakan anaknya rajin minum untuk menghindari dehidrasi pada anak.

"Anak itu kan walaupun udah main sampai keringatan, tidak peduli mereka harus minum atau tidak. Maka dari itu, orang tua harus mengawasi dan mengajari mereka untuk rajin minum," ujar dr. Imran Agus Nurali, Sp.KO, ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga Indonesia (PDSKO).

(up/up)

Berita Terkait