Jakarta -
Bagi pecinta kopi, memulai hari rasanya belum lengkap tanpa meminum secangkir kopi. Kopi yang mengandung kafein berefek stimulan membuat metabolisme tubuh menjadi cepat dan membuat peminumnya siap menghadapi hari atau aktivitas berat, namun kopi manfaatnya tidak hanya berhenti di situ.
Penelitian di Spanyol yang diterbitkan dalam jurnal Internasional Sport Nutrition and Exercise Metabolism, menemukan bahwa atlet yang mengonsumsi kafein pra-latihan membakar sekitar 15% lebih banyak kalori selama tiga jam pasca-latihan, dibandingkan dengan mereka yang tidak.
Selain itu ternyata kopi juga memiliki manfaat lainnya seperti yang dikutip dari CNN, Kamis (10/7/2014).
1. Meningkatkan Sirkulasi
illustrasi (thinkstock)
|
Penelitian Jepang baru-baru ini mempelajari efek kopi pada sirkulasi darah orang yang bukan peminum kopi. Setiap peserta minum 5 cangkir kopi baik biasa atau tanpa kafein. Setelah itu, para ilmuwan mengukur aliran darah di jari, untuk menentukan seberapa baik pembuluh darah bekerja.
Hasilnya mereka yang meminum kopi reguler aliran darahnya mengalami peningkatan sebesar 30% dalan rentang waktu 75 menit, dibandingkan dengan mereka yang meminum kopi tanpa kafein.
2. Rasa Sakit Berkurang
illustrasi (thinkstock)
|
Para ilmuwan dari University of Illinois menemukan bahwa mengkonsumsi kafein setara dengan dua sampai tiga cangkir kopi satu jam sebelum melakukan 30 menit latihan dengan intensitas tinggi dapat membantu mengurangkan rasa nyeri otot.
Kesimpulannya kafein dapat membantu mendorong tubuh sedikit lebih keras selama latihan berat, sehingga tubuh berkembang lebih baik dalam hal kekuatan otot atau daya tahan.
3. Memori yang Lebih Baik
illustrasi (thinkstock)
|
Sebuah studi yang diterbitkan tahun 2014 dari Johns Hopkins University menemukan bahwa kafein meningkatkan memori hingga 24 jam setelah itu dikonsumsi. Peneliti memberikan 200 mg kafein pada kelompok orang-orang yang tidak rutin mengkonsumsi kafein dan plasebo pada kelompok lainnya, lima menit setelah mempelajari serangkaian gambar.
Keesokan harinya kedua kelompok diminta untuk mengingat gambar, dan kelompok berkafein memiliki daya ingat yang lebih baik secara signifikan.
Memori otak yang baik ini akan membantu selama latihan olahraga, terutama ketika latihan memerlukan seseorang untuk mengingat gerakan atau rutinitas tertentu.
4. Menjaga Kekuatan Otot
illustrasi (thinkstock)
|
Dalam studi pada hewan, para ilmuwan olahraga di Coventry University menemukan bahwa kafein membantu mengimbangi hilangnya kekuatan otot yang terjadi sejalan dengan penuaan.
Efek protektif dari kafein tersebut terlihat pada otot diafragma, otot utama yang digunakan untuk bernapas, serta otot rangka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di masa yang akan datang, kafein mungkin dapat membantu menjaga kebugaran dan mengurangi risiko cedera yang berkaitan dengan usia.
5. Bahan Bakar Otot
illustrasi (thinkstock)
|
Sebuah studi terbaru yang dipublikasikan dalam Journal of Applied Physiology menemukan bahwa sedikit kafein pasca latihan juga mungkin bermanfaat terutama untuk atlet yang latihan hari demi hari.
Penelitian ini menemukan bahwa dibandingkan dengan mengkonsumsi karbohidrat saja, atlit yang mengonsumsi karbohidrat dan kafein mengalami peningkatan 66% glikogen otot empat jam setelah olahraga intens. Glikogen sendiri adalah bentuk karbohidrat yang akan disimpan di otot, berfungsi sebagai energi cadangan selama latihan.
Memiliki energi cadangan yang lebih besar berarti waktu olahraga juga dapat menjadi lebih lama dan intens.
Penelitian Jepang baru-baru ini mempelajari efek kopi pada sirkulasi darah orang yang bukan peminum kopi. Setiap peserta minum 5 cangkir kopi baik biasa atau tanpa kafein. Setelah itu, para ilmuwan mengukur aliran darah di jari, untuk menentukan seberapa baik pembuluh darah bekerja.
Hasilnya mereka yang meminum kopi reguler aliran darahnya mengalami peningkatan sebesar 30% dalan rentang waktu 75 menit, dibandingkan dengan mereka yang meminum kopi tanpa kafein.
Para ilmuwan dari University of Illinois menemukan bahwa mengkonsumsi kafein setara dengan dua sampai tiga cangkir kopi satu jam sebelum melakukan 30 menit latihan dengan intensitas tinggi dapat membantu mengurangkan rasa nyeri otot.
Kesimpulannya kafein dapat membantu mendorong tubuh sedikit lebih keras selama latihan berat, sehingga tubuh berkembang lebih baik dalam hal kekuatan otot atau daya tahan.
Sebuah studi yang diterbitkan tahun 2014 dari Johns Hopkins University menemukan bahwa kafein meningkatkan memori hingga 24 jam setelah itu dikonsumsi. Peneliti memberikan 200 mg kafein pada kelompok orang-orang yang tidak rutin mengkonsumsi kafein dan plasebo pada kelompok lainnya, lima menit setelah mempelajari serangkaian gambar.
Keesokan harinya kedua kelompok diminta untuk mengingat gambar, dan kelompok berkafein memiliki daya ingat yang lebih baik secara signifikan.
Memori otak yang baik ini akan membantu selama latihan olahraga, terutama ketika latihan memerlukan seseorang untuk mengingat gerakan atau rutinitas tertentu.
Dalam studi pada hewan, para ilmuwan olahraga di Coventry University menemukan bahwa kafein membantu mengimbangi hilangnya kekuatan otot yang terjadi sejalan dengan penuaan.
Efek protektif dari kafein tersebut terlihat pada otot diafragma, otot utama yang digunakan untuk bernapas, serta otot rangka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di masa yang akan datang, kafein mungkin dapat membantu menjaga kebugaran dan mengurangi risiko cedera yang berkaitan dengan usia.
Sebuah studi terbaru yang dipublikasikan dalam Journal of Applied Physiology menemukan bahwa sedikit kafein pasca latihan juga mungkin bermanfaat terutama untuk atlet yang latihan hari demi hari.
Penelitian ini menemukan bahwa dibandingkan dengan mengkonsumsi karbohidrat saja, atlit yang mengonsumsi karbohidrat dan kafein mengalami peningkatan 66% glikogen otot empat jam setelah olahraga intens. Glikogen sendiri adalah bentuk karbohidrat yang akan disimpan di otot, berfungsi sebagai energi cadangan selama latihan.
Memiliki energi cadangan yang lebih besar berarti waktu olahraga juga dapat menjadi lebih lama dan intens.
(up/up)