Menurut Dr. Holly Benjamin, Associate Professor dari Pediatrics and Orthopedic Surgery, University of Chicago, saat seorang anak meminta minum tubuhnya sudah mengalami kekurangan air atau dehidrasi sebesar 3%.
Orang tua perlu membiasakan anaknya rajin minum sejak balita agar terhindar dari serangan dehidrasi terutama saat musim kemarau.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Tidak Harus Air
|
illustrasi (thinkstock)
|
Marina Chaparro, juru bicara dari Academy of Nutrition and Dietetics, merekomendasikan lima porsi buah dan sayuran setiap hari.
2. Buat Menyenangkan
|
illustrasi (thinkstock)
|
Jika perlu sediakan juga set-set peralatan minum lainnya yang unik seperti sedotan dengan bentuk dan warna menarik, atau nampan es yang menghasilkan es batu dalam berbagai jenis bentuk.
3. Berkreasi dengan Minuman
|
illustrasi (thinkstock)
|
Bahkan menambahkan soda tanpa rasa pada air membuat aktivitas minum air lebih menarik, "gelembung tanpa kalori," kata Chaparro. Dirinya juga menyarankan menggunakan campuran minuman bebas gula.
4. Buat Es Loli
|
illustrasi (thinkstock)
|
Anak-anak sangat suka mengonsumsi es loli. Sayangnya, es loli yang banyak dijual di pasaran memiliki kandungan yang tidak cukup sehat bagi anak.
5. Pastikan Akses Air Lancar
|
illustrasi (thinkstock)
|
Dengan mudahnya akses air, anak dapat membiasakan diri untuk memenuhi kebutuhannya sendiri tanpa bergantung orang tua. Selain itu anak juga akan tersadar di mana tempat yang bisa dituju saat merasa haus.
Selain itu orang tua juga harus menyediakan botol minum khusus anak yang dapat dipakai berkali-kali. Siapkan botol dan isinya di kulkas sehingga saat anak berpergian baik dekat atau jauh, botol air dapat digunakan kapan saja.
6. Buat Pengingat
|
illustrasi (thinkstock)
|
Waktu yang tepat untuk minum air idealnya adalah sebelum tubuh merasakan haus. Minum air saat tubuh sebelum haus berarti tubuh tidak sempat mengalami kekurangan cairan terlebih dahulu sebelum digantikan cairan yang baru.
Halaman 2 dari 7











































