Ini 6 Cara Hindari Dehidrasi pada Anak

Ini 6 Cara Hindari Dehidrasi pada Anak

- detikHealth
Kamis, 10 Jul 2014 09:32 WIB
Ini 6 Cara Hindari Dehidrasi pada Anak
illustrasi (thinkstock)
Jakarta - Dehidrasi atau kekurangan cairan tubuh dapat terjadi pada setiap golongan umur, tetapi dehidrasi dapat muncul lebih cepat dan berbahaya jika terjadi pada anak. Umumnya anak-anak tidak sadar terserang dehidrasi akibat terlalu asyik bermain.

Menurut Dr. Holly Benjamin, Associate Professor dari Pediatrics and Orthopedic Surgery, University of Chicago, saat seorang anak meminta minum tubuhnya sudah mengalami kekurangan air atau dehidrasi sebesar 3%.

Orang tua perlu membiasakan anaknya rajin minum sejak balita agar terhindar dari serangan dehidrasi terutama saat musim kemarau.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk menghindari dehidrasi tersebut, berikut 7 cara yang dapat dilakukan orang tua seperti dikutip dari Reuters, Kamis (10/7/2014).

1. Tidak Harus Air

illustrasi (thinkstock)
Banyak buah-buahan dan sayuran memiliki kandungan air yang sangat tinggi. Tawarkan anak buah seperti semangka, stroberi, brokoli, seledri, mentimun, dan buah-buahan berair lainnya serta jangan lupa berikan sayuran untuk makanan ringan.

Marina Chaparro, juru bicara dari Academy of Nutrition and Dietetics, merekomendasikan lima porsi buah dan sayuran setiap hari.

2. Buat Menyenangkan

illustrasi (thinkstock)
Buat aktivitas minum dari wadah menyenangkan. Biarkan anak-anak memilih wadah favorit mereka. Sediakan wadah seperti gelas atau botol dengan warna, bentuk, dan dekorasi seperti karakter favorit anak.

Jika perlu sediakan juga set-set peralatan minum lainnya yang unik seperti sedotan dengan bentuk dan warna menarik, atau nampan es yang menghasilkan es batu dalam berbagai jenis bentuk.

3. Berkreasi dengan Minuman

illustrasi (thinkstock)
Jika anak bosan dengan minuman air putih, berikan kombinasi warna dan rasa pada minuman anak. Bekukan buah-buahan dalam es batu, atau campur air dengan buah segar seperti lemon, jeruk, semangka, dan banyak buah lainnya.

Bahkan menambahkan soda tanpa rasa pada air membuat aktivitas minum air lebih menarik, "gelembung tanpa kalori," kata Chaparro. Dirinya juga menyarankan menggunakan campuran minuman bebas gula.

4. Buat Es Loli

illustrasi (thinkstock)
Buat es loli untuk memenuhi kebutuhan cairan anak. Es loli dapat dibuat sendiri dengan menghaluskan buah menjadi jus dan kemudian dituang ke dalam cetakan es di kulkas.

Anak-anak sangat suka mengonsumsi es loli. Sayangnya, es loli yang banyak dijual di pasaran memiliki kandungan yang tidak cukup sehat bagi anak.

5. Pastikan Akses Air Lancar

illustrasi (thinkstock)
Pastikan air mudah diakses untuk anak-anak kecil. Jika anak tidak dapat mencapai botol air atau dispenser, buatlah sebuah dispenser atau botol minum yang dapat dicapai oleh anak.

Dengan mudahnya akses air, anak dapat membiasakan diri untuk memenuhi kebutuhannya sendiri tanpa bergantung orang tua. Selain itu anak juga akan tersadar di mana tempat yang bisa dituju saat merasa haus.

Selain itu orang tua juga harus menyediakan botol minum khusus anak yang dapat dipakai berkali-kali. Siapkan botol dan isinya di kulkas sehingga saat anak berpergian baik dekat atau jauh, botol air dapat digunakan kapan saja.

6. Buat Pengingat

illustrasi (thinkstock)
Buat sistem pengingat untuk air minum. Pengingat bisa berupa grafik di kulkas yang dapat anak-anak berikan tanda setiap kali mereka minum. Jika orang tua bepergian jangan lupa untuk menyiapkan pengingat waktu di telepon seluler untuk mengingatkan waktu minum keluarga.

Waktu yang tepat untuk minum air idealnya adalah sebelum tubuh merasakan haus. Minum air saat tubuh sebelum haus berarti tubuh tidak sempat mengalami kekurangan cairan terlebih dahulu sebelum digantikan cairan yang baru.
Halaman 2 dari 7
Banyak buah-buahan dan sayuran memiliki kandungan air yang sangat tinggi. Tawarkan anak buah seperti semangka, stroberi, brokoli, seledri, mentimun, dan buah-buahan berair lainnya serta jangan lupa berikan sayuran untuk makanan ringan.

Marina Chaparro, juru bicara dari Academy of Nutrition and Dietetics, merekomendasikan lima porsi buah dan sayuran setiap hari.

Buat aktivitas minum dari wadah menyenangkan. Biarkan anak-anak memilih wadah favorit mereka. Sediakan wadah seperti gelas atau botol dengan warna, bentuk, dan dekorasi seperti karakter favorit anak.

Jika perlu sediakan juga set-set peralatan minum lainnya yang unik seperti sedotan dengan bentuk dan warna menarik, atau nampan es yang menghasilkan es batu dalam berbagai jenis bentuk.

Jika anak bosan dengan minuman air putih, berikan kombinasi warna dan rasa pada minuman anak. Bekukan buah-buahan dalam es batu, atau campur air dengan buah segar seperti lemon, jeruk, semangka, dan banyak buah lainnya.

Bahkan menambahkan soda tanpa rasa pada air membuat aktivitas minum air lebih menarik, "gelembung tanpa kalori," kata Chaparro. Dirinya juga menyarankan menggunakan campuran minuman bebas gula.

Buat es loli untuk memenuhi kebutuhan cairan anak. Es loli dapat dibuat sendiri dengan menghaluskan buah menjadi jus dan kemudian dituang ke dalam cetakan es di kulkas.

Anak-anak sangat suka mengonsumsi es loli. Sayangnya, es loli yang banyak dijual di pasaran memiliki kandungan yang tidak cukup sehat bagi anak.

Pastikan air mudah diakses untuk anak-anak kecil. Jika anak tidak dapat mencapai botol air atau dispenser, buatlah sebuah dispenser atau botol minum yang dapat dicapai oleh anak.

Dengan mudahnya akses air, anak dapat membiasakan diri untuk memenuhi kebutuhannya sendiri tanpa bergantung orang tua. Selain itu anak juga akan tersadar di mana tempat yang bisa dituju saat merasa haus.

Selain itu orang tua juga harus menyediakan botol minum khusus anak yang dapat dipakai berkali-kali. Siapkan botol dan isinya di kulkas sehingga saat anak berpergian baik dekat atau jauh, botol air dapat digunakan kapan saja.

Buat sistem pengingat untuk air minum. Pengingat bisa berupa grafik di kulkas yang dapat anak-anak berikan tanda setiap kali mereka minum. Jika orang tua bepergian jangan lupa untuk menyiapkan pengingat waktu di telepon seluler untuk mengingatkan waktu minum keluarga.

Waktu yang tepat untuk minum air idealnya adalah sebelum tubuh merasakan haus. Minum air saat tubuh sebelum haus berarti tubuh tidak sempat mengalami kekurangan cairan terlebih dahulu sebelum digantikan cairan yang baru.

(up/up)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads