Kalap Saat Membeli Makanan Buka Puasa? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Anti Lemas Saat Puasa

Kalap Saat Membeli Makanan Buka Puasa? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

- detikHealth
Kamis, 10 Jul 2014 11:32 WIB
Kalap Saat Membeli Makanan Buka Puasa? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Jelang berbuka, apalagi dalam kondisi perut kosong, pasti Anda pernah merasa kalap dan seakan-akan semua makanan yang dijajakan ingin rasanya untuk diborong. Padahal, ketika berbuka, makanan tersebut belum tentu bisa dihabiskan semua.

Ya, kondisi seperti itu memang bisa terjadi dan disebut dengan emotional eating. Dikatakan ahli gizi Rita Ramayulis DCN, MKes, emotional eating adalah keadaan di mana seseorang memiliki keinginan makan yang berlebihan. Selama berpuasa, kecenderungan munculnya emotional eating memang tinggi karena kondisi lambung sedang lapar.

Nah, saat mencium aroma makanan atau melihat makanan secara langsung, hipotalamus akan menghasilkan hormon yang mengirim sinyal lapar dan hal tersebut terjadi otomatis pada tubuh. Pada orang yang sulit mengendalikan diri, emotional eating bisa muncul saat ia melihat banyak pilihan makanan ta'jil yang akan dibeli untuk buka puasa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pas mau beli makanan berbuka karena banyak yang dipajang, pengennya kaya mau dibeli semua.Padahal saat berbuka, belum tentu habis. Memang ini proses alami kerja tubuh saat kita melihat dan mencium aroma makanan dalam keadaan perut kosong," kata Rita ketika dihubungi detikHealth dan ditulis pada Kamis (10/7/2014).

Untuk menghindari emotional eating menjelang buka puasa, cobalah untuk mengenali tubuh kita. Ketika mulai timbul emosi untuk membeli berbagai macam makanan, Rita menyarankan tarik napas sejenak lalu berpikir 'apakah sebanyak ini kebutuhan tubuh saya? seberapa banyak makanan yang bisa saya habiskan biasanya?'

Rita menuturkan, jika kita sudah paham dengan diri sendiri, biasanya emotional eating bisa terkendali dengan baik. Maka dari itu, ketika akan membeli kudapan berbuka, janganlah buru-buru, tarik napas sejenak, sabar, lalu berpikir dan ketika sudah mendapat jawaban barulah membeli.

"Kalau sudah dicoba tapi masih pengen membeli yang banyak berarti kita harus tahu penyebabnya. Misalnya nggak tahan lihat makanan yang dipajang, berarti kalau mau beli titip aja ke teman. Atau sengaja pergi ke tempat yang nggak banyak pilihan makanannya," kata dosen jurusan Gizi Politeknik Kesehatan II Jakarta ini.

Ia menambahkan, untuk menghindari emotional eating, memang perlu latihan untuk mengenali diri sendiri yakni dengan relaksasi yang cenderung pada latihan pernapasan dan pengalihan pikiran. Dengan begitu, diharapkan seseorang bisa memahami dan lebih menerima kondisi dirinya apa adanya.

(rdn/up)

Berita Terkait