Penyebabnya adalah kelalaian dr Bambang ketika melakukan operasi pengangkatan tumor pada usus pasien. Kelalaian tersebut berupa tertinggalnya benang jahitan berwarna hitam di bagian usus pasien yang bocor. Setelah mengeluh perutnya sakit, pasien Johanes akhirnya meninggal dunia.
Lalu seberapa serius efek benang atau peralatan operasi lain yang tertinggal di dalam perut? Benarkah dapat menyebabkan kematian?
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikatakan dr Errawan, kasus tertinggalnya barang atau peralatan di dalam tubuh pasien bedah usai operasi sangat jarang terjadi. Sehingga kasus kematian akibat barang yang tertinggal di dalam perut tentunya lebih kecil lagi kemungkinan terjadinya.
Bukan hanya itu saja, dr Errawan mengatakan bahwa alasan utama barang yang tertinggal di dalam perut tidak menyebabkan kematian adalah kondisi peralatan yang steril ketika digunakan pada waktu operasi. Sehingga kalaupun ada infeksi, biasanya itu terjadi akibat kuman atau bakteri yang ada di dalam tubuh, bukan dari luar atau bawaan alat.
"Ada yang di dalam perutnya ada gunting kecil namun 20 tahun tidak terasa. Karena memang tidak berbahaya ya. AKan tetapi kalau yang tertinggal kasa atau perban, bisa menyebabkan abses atau bernanah karena permukaannya berpori. Sehingga kuman ngumpul semua disitu," sambung dokter yang juga praktek di RS Persahabatan Rawamangun tersebut.
Karena itu menurutnya masyarakat tidak perlu cemas sebelum melakukan operasi. Selain steril, dokter juga mempunyai prosedur khusus ketika operasi yang mencegah terjadinya barang tertinggal di dalam perut.
"Jadi sebelum dan sesudah operasi itu alat yang digunakan dihitung. Gunting sebelumnya 5 sesudah operasi harus 5. Kasa dan perban juga, kalau sebelum operasi 20, selesai operasi juga 20," pungkasnya.
(up/up)











































