Seperti otak, usus juga memiliki sistem saraf sendiri. Saraf tersebut biasanya mengirimkan informasi ke otak melalui saraf vagus. Itulah mengapa kadang Anda mungkin merasa mual ketika Anda sedang stres atau perut mulas saat gugup. Apa yang ada di dalam usus sangat mempengaruhi fungsi otak.
Berikut ini makanan membantu meningkatkan kesehatan jiwa Anda, seperti telah dirangkum detikHealth, Kamis (10/7/2014).
1. Asam lemak omega-3
|
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
|
Dalam penelitian Standart American Diet, makanan tinggi asam lemak omega-3, seperti salmon, sarden, dan rumput laut, terbukti mengurangi gejala skizofrenia, depresi, attention deficit hyperactivity disorder (ADHD) dan gangguan mental lainnya.
Hal ini karena efek omega-3 terhadap produksi neurotransmitter, termasuk dopamin dan serotonin. Zat kimia dalam otak inilah yang bertanggung jawab terhadap suasana hati. Karena mendukung sinapsis di otak, omega-3 juga meningkatkan pembelajaran dan memori.
2. Biji-bijian
|
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
|
Sebaliknya, glukosa kompleks yang diolah karbohidrat secara perlahan justru membuat kenyang lebih lama. Glukosa turut menyediakan sumber tetap dari bahan bakar untuk otak dan tubuh. Sumber sehat karbohidrat kompleks meliputi produk gandum, nasi, kacang-kacangan dan kedelai.
3. Protein
|
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
|
Serotonin erat kaitannya dengan depresi. Sumber protein tanpa lemak, termasuk ikan, kalkun, ayam, telur dan kacang-kacangan, membantu menjaga kadar serotonin yang seimbang. Protein juga meningkatkan fungsi kognitif secara keseluruhan.
4. Sayuran Hijau
|
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
|
Brokoli sendiri mengandung selenium dan mineral yang berperan penting dalam sistem kekebalan tubuh. Selenium juga berfungsi untuk metabolisme hormon tiroid. Beberapa studi menunjukkan, rendahnya tingkat selenium menyebabkan depresi dan kecemasan. Sumber-sumber selenium juga terdapat pada ayam, bawang, dan kacang kenari.
5. Yogurt
|
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
|
Halaman 2 dari 6











































