Meski butuh waktu bertahun-tahun untuk mengatasi masalah global ini, setidaknya ada beberapa temuan yang diklaim dapat menjadi solusi agar setiap orang bisa bertahan hidup di tengah polusi udara. Berikut uraiannya seperti dikutip dari CNN, Jumat (11/7/2014).
1. Masker wajah
Seorang desainer asal Beijing, Nina Griffee menciptakan lini model pakaian wanita yang telah dilengkapi dengan filter atau penyaring udara buatan Vogmask. Bentuknya sekilas mirip burqa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
2. Pembersih udara buatan sendiri
Di tahun 2013, saat indeks kualitas udara di Beijing sedang tinggi-tingginya, Thomas Talhelm mulai khawatir tak bisa bernapas dengan lega, meskipun saat berada di dalam rumah.
Namun karena tak sanggup membeli alat pembersih udara (air purifier) yang mahal, ia pun berinisiatif membuatnya sendiri. Bersama ketiga temannya, Thomas menciptakan SmartAir, sebuah alat pembersih udara yang terdiri atas kipas angin biasa namun dilengkapi dengan filter HEPA.
Kinerjanya pun sama efisiennya dengan alat pembersih udara yang berharga ribuan dolar karena dapat menghilangkan lebih dari 90 persen partikel-partikel udara yang ukurannya tak lebih dari 2,5 mikromiliter (PM 2,5) di dalam ruangan. Alat ini dipatok dengan harga 30 dollar AS (sekitar Rp 350 ribu).
3. Peramal udara
Dustin Grzesik menciptakan Banshirne, sebuah aplikasi gratis untuk Android yang dapat meramalkan apakah keesokan hari langit Beijing atau kota-kota di Tiongkok lainnya akan bersih dari polusi udara atau tidak, berdasarkan pola cuacanya selama ini.
Pria yang dulunya pernah tinggal di Beijing tersebut berhasil membuat aplikasi ini berbekal laporan cuaca dan kualitas udara di Beijing yang dikombinasikan dengan info Indeks Kualitas Udara dari akun Twitter kedutaan AS.
Grzesik juga memanfaatkan 'Kaiwen map', situs khusus yang sering dipakai masyarakat Tiongkok untuk berbagi informasi tentang kondisi lingkungan di kota masing-masing; dan Beijing Air Quality Forecast untuk menganalisis kualitas udara di Tiongkok. Dari situ, Grzesik dapat memperkirakan langit Beijing akan bersih dari polusi udara tiap seminggu sekali atau satu kali dalam dua minggu.
4. Masker hidung
Ini bukan masker biasa karena yang ditutupi hanya hidungnya saja. Meski begitu, alat yang diberi nama Infipure ini diklaim dapat menghilangkan PM 2,5 hingga sebanyak 99 persen.
Infipure ini sebenarnya merupakan sebuah filter sekali pakai yang terbuat dari bahan tidak beracun dan bebas lateks yang dimasukkan ke dalam lubang hidup sehingga 'kasat mata'.
5. Kungfu anti-kabut asap
Para siswa di Guangming Road Primary School di Shijiazhuang, salah satu kota paling tercemar di utara Provinsi Hebei diajari jurus kungfu khusus yang diklaim dapat melawan efek dari polusi udara.
Jurus ini diciptakan sendiri oleh sang wakil kepala sekolah, Wei Huanqiang. Terdiri atas 23 gerakan hasil kombinasi dari aerobik dan akupuntur yang dapat dilakukan di dalam ruangan, misalkan ketika tingkat pencemaran udara di luar sekolah sedang tinggi-tingginya dan mereka tidak diperkenankan beraktivitas di luar ruangan.
6. Sepeda bernapas
Seorang seniman asal Inggris bernama Matt Hope mengaku berhasil membuat sepeda yang bisa menghasilkan udara bersih ketika dinaiki.
Oleh Matt, sepeda ini dipasangi generator kecil di roda belakangnya sehingga ketika ia mengayuh pedal, arus listrik akan dihasilkan dari sepeda ini. Arus listrik ini sedianya digunakan untuk menyalakan sistem filtrasi yang juga terpasang pada sepeda ini.
Lalu udara yang tercemar 'ditarik' ke dalam semacam tempat sampah yang ada di sepeda ini untuk kemudian diubah menjadi bermuatan positif atau udara bersih. Udara bersih yang dihasilkan dari sini lantas dikirim lewat selang dan masuk ke masker yang dipakai pengguna sepeda.
7. Vacuum kabut asap
Desainer asal Belanda, Daan Roosegaarde baru saja meneken kontrak dengan pemerintah lokal Beijing untuk memulai proyek membangun ladang berisi medan elektromagnetik yang dihasilkan dari kumparan tembaga. Medan elektromagnetik ini nantinya akan menyedot udara yang tercemar di langit Beijing seperti halnya vacuum.
Rencananya proyek ini akan dimulai tahun depan. Selain itu, Daan juga membuat 'cincin kabut asap'.
"Cincin ini terbuat dari polusi yang kita sedot lalu kita letakkan di bawah tekanan tertentu selama beberapa minggu sehingga mengkristal dan membentuk berlian," terang Daan.
Daan berharap cincin ini akan terjual 100.000 buah dengan harga tinggi untuk membantu membiayai proyek medan elektromagnetiknya.










































