Jika dibiarkan, batuk bisa berakibat penyakit serius. Ada berbagai cara menangani batuk, namun, tidak semua cara tepat untuk dilakukan.
"Ketika batuk baru muncul 2-3 hari, sebaiknya tangani dengan obat-obat tradisional dan banyak istirahat. Jika batuk sudah lebih dari 5 hari dan diikuti gejala lain, barulah konsultasikan ke dokter," ujar dr Carlinda Nekawaty dalam acara 'Press Confrence: Batuk Itu Ganggu' yang diadakan oleh Combiphar di Restauran Manado Beautika, SCBD, Jakarta, seperti ditulis pada Senin (14/7/2014).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sebetulnya, meminum jeruk dengan kecap dapat menyembuhkan batuk tidak sepenuhnya benar. Jeruk lah yang sebetulnya dapat menyembuhkan batuk, sedangkan kecap tidak ada pengaruh apa-apa. Lebih baik jeruk campurkan air hangat daripada dicampur kecap," kata dokter dr Linda.
Selain itu, pengobatan tradisional juga bisa dengan meminum air jahe hangat atau madu. Ia juga mengimbau untuk tidak sembarangan meminum antibiotik ketika batuk. Sebab, antibiotik sebaiknya diminum sesuai dengan resep dokter.
"Antibiotik bertujuan untuk mengobati batuk karena bakteri. Jika batuk terjadi karena virus, bisa jadi antibiotik justru membunuh bakteri baik di tenggorokan. Selain itu antibiotik hanya menyebabkan ketergantungan. Jika terus-terusan menggunakan antibiotik untuk pengobatan, suatu saat tidak akan ampuh lagi untuk menolong tubuh," jelasnya.
Ia juga menambahkan, ada baiknya tidak sembarangan membeli obat batuk. Memilih obat batuk juga harus yang berasal dari tumbuh-tumbuhan alami. Sedangkan untuk mencegah penyebaran batuk, gunakanlah masker dan menutup mulut dengan punggung tangan ketika batuk.
(up/up)











































