Meski Pendek, Messi dan Bintang-bintang Sepakbola Ini Tetap Berprestasi

Messi dan Gangguan Hormon

Meski Pendek, Messi dan Bintang-bintang Sepakbola Ini Tetap Berprestasi

- detikHealth
Senin, 14 Jul 2014 20:12 WIB
Meski Pendek, Messi dan Bintang-bintang Sepakbola Ini Tetap Berprestasi
Lionel Messi (dok: getty images)
Jakarta -

Kapten sekaligus striker tim nasional Argentina Lionel Messi menjadi sorotan setelah mendapatkan gelar pemain terbaik di Piala Dunia 2014, namun gagal mengantar negaranya menjadi juara.

Berbagai fakta tentang dirinya pun terkuak, termasuk soal pernah mengalami kekurangan hormon pertumbuhan (Growth Hormone Deficiency) ketika kecil. Messi yang berumur 11 tahun kala itu hanya mempunyai tinggi 127 cm.

Setelah dibantu biaya pengobatan oleh klub raksasa Barcelona, Messi pun mencapai tinggi maksimalnya saat ini yakni 169 cm.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dirangkum detikHealth dari berbagai sumber, Senin (14/7/2014), masih banyak pesepakbola lain selain Messi yang mempunyai tinggi badan di bawah
170 cm namun tetap bisa berprestasi seperti Diego Maradona, Roberto Carlos dan Philip Lahm.

1. Diego Maradona (166 cm)

Siapa tak kenal dengan Maradona? Pemain yang bersama dengan Pele termasuk ke dalam Pemain Sepakbola Terhebat Sepanjang Masa versi FIFA tersebut adalah kapten sekaligus gelandang serang utama tim nasional Argentina pada tahun 1980-an.

Sederet prestasi pun sudah ditorehkannya selama bermain bagi klub-klub elit dunia. Mulai dari juara Liga Italia serta Piala UEFA bersama Napoli, hingga mengangkat trofi Piala Dunia bersama Argentina pada tahun 1986.

Sayangnya, kehidupan pribadi pemain kelahiran 1960 tersebut tidak secemerlang karirnya sebagai pesepakbola. Maradona acap kali terlibat kasus dengan polisi mulai dari judi hingga penggunaan kokain.

2. Garrincha (168 cm)

Manuel Francisco dos Santos atau yang biasa dikenal dengan sebutan Garrincha adalah salah satu pesepakbola pendek lainnya dari Brasil yang berhasil mendulang prestasi di Piala Dunia. Tak hanya pendek, Garrincha bahkan juga memiliki kelainan di kedua kakinya.

Kaki kanannya bengkok ke arah luar sementara kaki kirinya 6 cm lebih pendek dari kaki kanan dan bengkok ke arah dalam. Namun hal ini tidak menghalanginya untuk mendapatkan gelar juara Piala Dunia bersama Brasil pada tahun 1958 dan 1962.

Pria yang meninggal pada usia 49 tahun akibat kecanduan alkohol ini tetap dikenang publik Brasil sebagai penggocek bola terhebat sepanjang masa. Bahkan namanya diabadikan menjadi nama stadion yakni Estadio Nacional Mane Garrincha di kota Brasilia.

3. Roberto Carlos (168 cm)

Tanah Latin memang tak pernah kekurangan talenta dalam soal pemain sepakbola. Roberto Carlos adalah contohnya. Bek kiri legendaris tim nasional Brasil serta klub Real Madrid ini memiliki julukan El Hombre Bala, yang artinya adalah manusia peluru.

Julukan tersebut dimilikinya karena Carlos dikenal memiliki tendangan yang keras dan kencang, serta kemampuan lari seperti peluru. Prestasi yang ditorehkannya pun tak kalah heboh dibandingkan dengan julukannya. Memenangi Piala Dunia 2002 bersama tim nasional Brasil, Carlos juga memiliki rekor 3 kali juara Liga Champion serta 4 juara Liga Spanyol bersama Real Madrid.

Pemain berusia 41 tahun yang baru benar-benar pensiun sebagai atlet sepakbola dua tahun lalu ini kini disibukkan dengan pekerjaan barunya sebagai pelatih tim Sivasspor di Turki.

4. Fabio Cannavaro (174 cm)

Fabio Cannavaro memang lebih tinggi daripada Maradona atau Messi. Namun dengan posisinya sebagai bek tengah, Cannavaro termasuk salah satu pemain kerdil di lini belakang tim nasional Italia.

Akan tetapi prestasi yang ditorehkannya tak bisa dibilang kerdil. Bermain di klub elit Italia seperti Inter Milan dan Juventus, serta raksasa Spanyol Real Madrid, Cannavaro adalah kapten Italia pada Piala Dunia 2006 lalu.

5. Philip Lahm (169 cm)

Kapten tim nasional Jerman ini mengangkat trofi Piala DUnia untuk pertama kalinya dini hari tadi. Ya, dengan tingginya yang hanya 169 cm, Lahm berhasil memimpin timnya untuk mengalahkan Argentina yang dimotori oleh Lionel Messi.

Memiliki julukan sebagai Kurcaci Ajaib, Lahm sudah tiga kali ikut Piala Dunia bersama tim nasional Jerman, dengan dua di antaranya sebagai kapten. Kini permain berusia 30 tahun itu tentunya sedang mengalami euforia juara.
Halaman 2 dari 6
Siapa tak kenal dengan Maradona? Pemain yang bersama dengan Pele termasuk ke dalam Pemain Sepakbola Terhebat Sepanjang Masa versi FIFA tersebut adalah kapten sekaligus gelandang serang utama tim nasional Argentina pada tahun 1980-an.

Sederet prestasi pun sudah ditorehkannya selama bermain bagi klub-klub elit dunia. Mulai dari juara Liga Italia serta Piala UEFA bersama Napoli, hingga mengangkat trofi Piala Dunia bersama Argentina pada tahun 1986.

Sayangnya, kehidupan pribadi pemain kelahiran 1960 tersebut tidak secemerlang karirnya sebagai pesepakbola. Maradona acap kali terlibat kasus dengan polisi mulai dari judi hingga penggunaan kokain.

Manuel Francisco dos Santos atau yang biasa dikenal dengan sebutan Garrincha adalah salah satu pesepakbola pendek lainnya dari Brasil yang berhasil mendulang prestasi di Piala Dunia. Tak hanya pendek, Garrincha bahkan juga memiliki kelainan di kedua kakinya.

Kaki kanannya bengkok ke arah luar sementara kaki kirinya 6 cm lebih pendek dari kaki kanan dan bengkok ke arah dalam. Namun hal ini tidak menghalanginya untuk mendapatkan gelar juara Piala Dunia bersama Brasil pada tahun 1958 dan 1962.

Pria yang meninggal pada usia 49 tahun akibat kecanduan alkohol ini tetap dikenang publik Brasil sebagai penggocek bola terhebat sepanjang masa. Bahkan namanya diabadikan menjadi nama stadion yakni Estadio Nacional Mane Garrincha di kota Brasilia.

Tanah Latin memang tak pernah kekurangan talenta dalam soal pemain sepakbola. Roberto Carlos adalah contohnya. Bek kiri legendaris tim nasional Brasil serta klub Real Madrid ini memiliki julukan El Hombre Bala, yang artinya adalah manusia peluru.

Julukan tersebut dimilikinya karena Carlos dikenal memiliki tendangan yang keras dan kencang, serta kemampuan lari seperti peluru. Prestasi yang ditorehkannya pun tak kalah heboh dibandingkan dengan julukannya. Memenangi Piala Dunia 2002 bersama tim nasional Brasil, Carlos juga memiliki rekor 3 kali juara Liga Champion serta 4 juara Liga Spanyol bersama Real Madrid.

Pemain berusia 41 tahun yang baru benar-benar pensiun sebagai atlet sepakbola dua tahun lalu ini kini disibukkan dengan pekerjaan barunya sebagai pelatih tim Sivasspor di Turki.

Fabio Cannavaro memang lebih tinggi daripada Maradona atau Messi. Namun dengan posisinya sebagai bek tengah, Cannavaro termasuk salah satu pemain kerdil di lini belakang tim nasional Italia.

Akan tetapi prestasi yang ditorehkannya tak bisa dibilang kerdil. Bermain di klub elit Italia seperti Inter Milan dan Juventus, serta raksasa Spanyol Real Madrid, Cannavaro adalah kapten Italia pada Piala Dunia 2006 lalu.

Kapten tim nasional Jerman ini mengangkat trofi Piala DUnia untuk pertama kalinya dini hari tadi. Ya, dengan tingginya yang hanya 169 cm, Lahm berhasil memimpin timnya untuk mengalahkan Argentina yang dimotori oleh Lionel Messi.

Memiliki julukan sebagai Kurcaci Ajaib, Lahm sudah tiga kali ikut Piala Dunia bersama tim nasional Jerman, dengan dua di antaranya sebagai kapten. Kini permain berusia 30 tahun itu tentunya sedang mengalami euforia juara.

(up/up)

Berita Terkait