Awas, Seafood dari Laut Dangkal Mengandung Limbah Pemicu Kolesterol

Awas, Seafood dari Laut Dangkal Mengandung Limbah Pemicu Kolesterol

- detikHealth
Selasa, 15 Jul 2014 09:32 WIB
Awas, Seafood dari Laut Dangkal Mengandung Limbah Pemicu Kolesterol
Foto: Ilustrasi (Thinkstock)
Jakarta - Penyakit jantung dan stroke adalah penyakit tidak menular yang mengancam masyarakat negara maju dan berkembang. Penyakit ini seringkali disebabkan oleh gaya hidup tidak sehat penderita yang tidak mengatur pola makannya.

Menurut ahli gizi dr Bagus Satriya Budi, M Kes, risiko serangan stroke dapat dikurangi dengan menjaga konsumsi makanan yang masuk. Banyak makanan terutama daging-dagingan telah terkontaminasi bahan kimia sehingga merusak kandungan gizinya.

"Manusia ini sekarang makanannya ini tidak seimbang terutama makanan-makanan yang diberi konsentrat. Misal ayam disuntik hormon, kemudian sapi dikasih makan konsentrat. Menurut saya itu sampah," kata dr Bagus saat ditemui pada acara peresmian Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RS PON), Jakarta, seperti ditulis Selasa (15/7/2014).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Konsumsi daging yang tidak sehat berpeluang meningkatkan kadar kolesterol yang dapat berakibat pada penyempitan pembeluh darah. dr Bagus menyarankan masyarakat untuk banyak mengonsumsi produk ikan terutama ikan laut.

Produk ikan yang baik untuk dikonsumsi masyarakat menurut dr Bagus adalah ikan salmon. Kandungan daging ikan salmon diketahui kaya oleh Omega-3 yang dapat membantu mengurangi dan mencegah timbunan plak pada pembuluh arteri jantung.

"Salmon sebenarnya paling bagus, tapi karena di Indonesia jarang ada ya tongkol saja atau tuna. Dia bagus karena banyak lemak tak jenuh, membantu meminimalisir risiko stroke. Pokoknya semua ikan di spot laut dalam itu bagus," ujar dr Bagus.

Akan tetapi tidak semua makanan laut baik untuk kesehatan. dr Bagus menganjurkan untuk hindari makanan laut yang menggunakan udang, cumi, atau kerang. Menurutnya hewan laut tersebut memiliki kemungkinan telah terkontaminasi limbah akibat habitatnya yang berada di laut dangkal dekat dengan pemukiman atau industri.

"Hindari cumi, udang, kerang. Itu rasanya enak tapi itu limbah semua yang dia makan. Kalau makan itu terus asam lemaknya nanti yang tidak sehat, kolesterol tinggi. Itu menteri pendidikan yang meninggal stroke dulu kan makannya seafood," tambah dr Bagus.

(up/up)

Berita Terkait