"Ada 5 jenis hepatitis, yang paling populer adalah hepatitis B dan C karena paling berbahaya," tutur dr Irsan Hasan, SpPD-KGEH dalam temu media 'SOHO #BetterU: Hari Hepatitis Sedunia' di Atlet Century Park Hotel, Senayan, Jakarta, seperti ditulis Rabu (16/7/2014).
Hepatitis dapat berkembang menjadi sirosis atau pengerasan hati, hingga kanker hati. Menurut dr Irsan, angka kematian karena hepatitis kini cukup tinggi. Peradangan hati ini kebanyakan dikenal berasal dari virus. Namun, tidak menutup kemungkinan dari beberapa faktor lain seperti obat-obatan atau lemak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
dr Irsan menjelaskan bahwa pada tahap sirosis awal sekalipun, pasien masih bisa tidak menyadari bahwa dirinya terinfeksi hepatitis. Pada tingkat sirosis paling parah, barulah diketahui dari adanya demam, lesu, warna kuning di sekitar mata hingga urin berwarna coklat.
"Temulawak merupakan obat herbal untuk penunjang terapi pasien hepatitis, dapat berfungsi sebagai pelindung dan memperbaiki kerja hati," jelas dr Irsan. Sedangkan untuk obat secara klinis, biasanya pasien diberi vaksin.
Penularan hepatitis sendiri ada bermacam-macam. Hepatitis A dan E misalnya, sifatnya dapat menurun secara genetik. Sedangkan hepatitis B, C, D hampir mirip dengan penularan HIV-AIDS.
Terdapat 28 juta orang Indonesia yang menderita hepatitis. 50 Persen di antaranya hepatitis kronis dan 10 persen di antaranya terancam kanker hati.
(up/up)











































