"Masalahnya bukan hanya gulanya. Minuman favorit segala umur macam jus dan minuman ringan ini mengandung asam yang dapat merusak struktur terluar dari gigi yakni enamel. Akibatnya bagian dalam dari gigi terekspos dan menyebabkan gigi sensitif," papar Prof Laurence Walsh seperti dikutip dari ABC Australia, Kamis (17/7/2014).
Bahkan Kepala School of Dentistry, University of Queensland ini mengungkapkan meski terlihat inosen, justru ada beberapa jenis jus buah yang jauh lebih merusak gigi ketimbang soda, misalkan jus lemon dan jus jeruk. Tak lain karena kandungan asam sitratnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain asam sitrat, minuman ringan biasanya 'diisi' asam fosfor dan asam tartar. Keduanya sama-sama merusak gigi, bahkan bila dikombinasikan akan menyebabkan menurunkan kemampuan air liur untuk menetralkan gigi secara drastis.
Tak hanya itu, menurut Prof Walsh, jus buah dan minuman ringan juga berkontribusi terhadap erosi gigi dengan cara mengubah lingkungan di dalam mulut menjadi lebih asam, sehingga bakteri-bakteri penyebab gigi keropos nyaman tinggal dan berkembang biak di sana.
"Bukan berarti minuman ringan yang mengklaim dirinya sugar-free alias bebas gula juga aman. Karena minuman ini tetap mengandung asam yang sama dengan minuman ringan lainnya," kata Prof Walsh.
Sport drink pun dikatakan Prof Walsh harus diwaspadai, mengingat komposisinya juga sama persis dengan jus buah maupun minuman ringan. Apalagi kalau diminum, minuman olahraga justru sering mengakibatkan dehidrasi.
"Ingat, minuman kesehatan yang terbaik hanyalah air putih. Bila Anda membatasi asupan minuman lainnya, niscaya gigi dan segenap tubuh akan 'berterima kasih' kepada Anda," tutupnya.











































