Pelatih dan Direktur Running School Mike Antoniades mengatakan dibutuhkan pengetahuan postur lari yang benar untuk memperoleh manfaat dari berlari seutuhnya.
"Kebanyakan orang berlari tidak efesien secara biomekanis karena teknik yang kurang. Mereka tidak menggunakan bagian tubuh yang diperlukan secara efisien sehingga ketika mereka seharusnya menikmati diri mereka sendiri saat berlari, mereka malah menderita sakit," kata Antoniades dikutip dari BBC, Sabtu (19/7/2014).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penelitian yang dilakukan oleh peneliti di Colorado melihat efek mengayunkan tangan saat berlari pada 13 pelari treadmill. Para partisipan diukur tingkat pernapasannya. Hasilnya orang yang berlari dengan menganyunkan tangan konsumsi energinya lebih efesien sebesar 3 hingga 13%.
"Kebanyakan orang berpikir dengan tidak mengayunkan tangan maka dirinya lebih rileks. Hal itu disebabkan karena mereka tidak perlu menggunakan otot untuk mengangkat lengan dan membengkokkan persendian dan menggerakkannya maju mundur," kata pemimpin studi Christopher Arellano, seorang biomekanik dari Brown University.
Para peneliti menjelaskan meskipun mengayunkan tangan menggunakan energi, tapi dengan tidak mengayunkan tangan akan lebih banyak menghabiskan energi.
Mengayunkan lengan mengurangi gerakan tubuh bagian atas, dan bagian tersebut menyumbang sekitar 40% hingga 50% bobot seluruh tubuh. Di lain sisi, lengan hanya memiliki berat sebesar 10% dari berat total tubuh sehingga saat berlari dengan mengayunkan lengan akan lebih efesien.
(up/up)











































