Namun, Pangeran William tampaknya tidak terlalu mempedulikan dirinya yang mengalami kehilangan rambut dengan cepat. Padahal usia Pangeran William masih 32 tahun. Parahnya 3 dari 10 orang seusia William juga mengalami hal serupa. Kebotakan pada pria berpengaruh bagi kebanyakan pria pada tahap tertentu dalam kehidupan mereka.
Hal ini dapat terjadi ketika hormon dihidrotestosteron (DHT), hormon ini terbentuk ketika tubuh memetabolisme testosteron menyebabkan folikel rambut di bagian depan dan atas kepala menyusut, kepala akan menumbuhkan rambut halus atau akhirnya, tidak menumbuhkan rambut sama sekali. Sedangkan folikel rambut di bagian belakang dan samping kepala tidak memiliki reseptor DHT, yang meninggalkan penyandang kebotakan sisa rambut pada bagian samping dan belakang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Bumbu-bumbu dapur
|
Ilustrasi (Foto: Getty Images)
|
Dr Raghu Reddy dari The Private Clinic London adalah ahli bedah transplantasi rambut terkemuka yang telah bekerja untuk orang-orang ternama hingga pemain Premier League.
"Bumbu-bumbu dapur itu dapat membuat rambut Anda memiliki terlihat sedikit lebih penuh untuk beberapa saat seperti halnya dengan bir yang meninggalkan residu dan membuat rambut Anda lebih lebat," katanya.
2. Pijat kepala
|
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
|
Jonny Harris, salah satu direktur klinik rambut rontok di The Belgravia Centre, mengatakan salah satu obat untuk menyuburkan rambut adalah minoxidil. Obat ini turut meningkatkan aliran darah ke kulit kepala atau sering disebut sebagai vasodilator tujuannya adalah memperlebar pembuluh darah. Minoxidil pertama kali dikembangkan sebagai obat untuk tekanan darah tinggi, sampai peneliti melihat obat ini juga dapat menebalkan rambut.
3. Terapi dengan obat-obatan kimia
|
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
|
Beberapa klinik meresepkan penggunaan dua obat ini dalam satu kombinasi. Namun, keduanya akan berhenti bekerja jika Anda berhenti meminum mereka. Jadi, jika Anda berencana menjaga kesuburan rambut hingga tua, maka Anda harus berkomitmen seumur hidup pada obat ini.
Akan tetapi, Dr Reddy menjelaskan bahwa finastride kira-kira dua kali lebih efektif dalam menghentikan pola kebotakan laki-laki, juga dapat menyebabkan efek samping, termasuk hilangnya libido, kecemasan dan depresi. Propecia adalah obat resep-satunya, yang bertindak sebagai inhibitor DHT, sehingga menghentikan efek merugikan dari hormon pada folikel rambut itu.
Sedangkan minoxidil kurang efektif, tetapi memiliki efek samping lebih ringan. Mekanisme yang tepat dimana ia bekerja tidak sepenuhnya dipahami, tetapi itu tidak membantu mempertahankan rambut dan memperlambat proses penipisan rambut.
4. Laser
|
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
|
Menurut sebuah studi yang diterbitkan oleh American Society For Laser Kedokteran Dan Bedah, bila digunakan setiap hari selama sekitar empat bulan, pengobatan akan meningkatkan pertumbuhan rambut hingga 40%. Dr Reddy dan sederet ahli terkemuka lain sangat skeptis bahwa metode ini akan bekerja dengan efektif tanpa obat dengan anti rambut rontok.
5. Transplantasi rambut
|
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
|
Ahli bedah transplantasi rambut, Dr Bessam Farjo asal Inggris menjelaskan, salah satu metodenya dengan mengambil blok tipis dari kulit dari bagian belakang kepala yang berisi banyak akar rambut dan kemudian dengan bedah implan diterapkan pada kulit kepala yang botak. Cara ini disebut Follicular Unit Extraction atau FUE.
Halaman 2 dari 6











































