Jakarta -
Tidak banyak disadari bahwa parasit-parasit ini selalu ada di sekitar Anda. Meningkatnya globalisasi dan makin majunya moda transportasi menyebabkan parasit justru dapat tumbuh di mana saja, tak hanya tempat kotor tetapi juga daerah-daerah yang bersih sekalipun.
Beberapa waktu lalu seorang anak meninggal karena otaknya digerogoti parasit. Rupanya, parasit itu ia dapatkan dari berenang di kolam. Dapat dibayangkan betapa bahayanya berbagai macam parasit jika hinggap ke tubuh. Buruknya, parasit-parasit yang dapat membahayakan kita, tidak hanya dapat ditemui dari tempat-tempat kotor atau kumuh, melainkan dari benda-benda sekitar termasuk produk makanan dan hewan.
Berbagai infeksi dari parasit ini sebetulnya dapat dicegah dengan menjaga kebersihan makanan yang akan dikonsumsi. Di antaranya dengan mencuci bersih buah dan sayur, memasak daging hingga benar-benar matang dan menghindarkan diri dari kontaminasi hewan atau makanan lain.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nah, berikut ini beberapa parasit yang sebaiknya diwaspadai, seperti dirangkum detikHealth, Selasa (22/7/2014).
1. Toxoplasma gondii
Foto: Ilustrasi (Thinkstock)
|
T.gondii adalah hewan parasit bersel tunggal, sejenis protozoa yang dapat menginfeksi hampir semua mamalia berdarah panas. Namun siklus hidupnya biasanya terjadi pada kucing dan tikus. T.gondii hadir di sebagian besar negara dan merupakan salah satu parasit protozoa yang paling banyak memengaruhi manusia.
Tingkat infeksi pada manusia bervariasi antara 10-80% dari populasi di berbagai belahan dunia. Parasit ini biasanya tetap aktif dalam jaringan tubuh untuk seumur hidup. Buruknya, orang yang terinfeksi tidak memiliki gejala dan bahkan tidak pernah tahu mereka terinfeksi.
Masalah yang paling serius dari parasit ini muncul pada wanita hamil. Parasit ini melewati plasenta dan menyebabkan kelainan janin atau bahkan keguguran. Oleh karena itu, sangat tidak bagi ibu hamil untuk membersihkan kotoran kucing.
2. Cryptosporidium spp.
Foto: Ilustrasi (Thinkstock)
|
Parasit protozoa ini biasa menular melalui air yang terkontaminasi atau makanan yang dicuci dengan air terkontaminasi. Terdapat pula pada susu yang tidak dipasteurisasi, telur dan kerang. Parasit ini dapat ditemukan di seluruh dunia.
Umumnya, infeksi sering disebabkan oleh kontaminasi kotoran ternak yang terinfeksi. Pada individu yang sehat penyakit ini menyebabkan diare parah hingga menyebabkan kematian.
3. Entamoeba histolytica
Foto: Ilustrasi (Thinkstock)
|
Parasit ini bisa masuk melalui tubuh manusia melalui makanan. Protozoa lain yang menginfeksi saluran pencernaan menyebabkan penyakit disentri. Penyakit ini ditandai dengan diare berdarah dan nyeri perut yang dapat mengakibatkan kematian. Masalah yang lebih parah dapat terjadi jika parasit mulai menyebar dari usus ke dalam tubuh, hingga menyebabkan abses di hati dan organ lainnya.
4. Trichinella spiralis
Foto: Ilustrasi (Thinkstock)
|
Trichinella spiralis adalah cacing gelang dan bertanggung jawab atas terjadinya infeksi otot. Biasa didapat dari makan mentah atau kurang matang, serta produk daging yang tidak higienis seperti sosis dan nugget. Protozoa ini juga dapat ditemukan dalam hewan liar seperti babi hutan hingga walrus.
Ketika daging yang terkontaminasi parasit ini dicerna dalam tubuh, cacing ini pun lantas menyerang jaringan otot.
5. Opisthorchiidae
Foto: Ilustrasi (Thinkstock)
|
Parasit ini sejenis cacing pipih yang banyak tersebar di Asia Tenggara, umumnya ditemui di siput dan kerang. Infeksi akibat parasit ini bisa terjadi ketika memakan ikan air tawar mentah atau setengah matang. .
Ketika larva mereka dimakan oleh manusia, larva berubah menjadi cacing dewasa yang kemudian tinggal di saluran empedu dan kantong empedu. Infeksi jangka panjang kronis Opisthorchis membentuk kanker hati hingga saluran empedu.
T.gondii adalah hewan parasit bersel tunggal, sejenis protozoa yang dapat menginfeksi hampir semua mamalia berdarah panas. Namun siklus hidupnya biasanya terjadi pada kucing dan tikus. T.gondii hadir di sebagian besar negara dan merupakan salah satu parasit protozoa yang paling banyak memengaruhi manusia.
Tingkat infeksi pada manusia bervariasi antara 10-80% dari populasi di berbagai belahan dunia. Parasit ini biasanya tetap aktif dalam jaringan tubuh untuk seumur hidup. Buruknya, orang yang terinfeksi tidak memiliki gejala dan bahkan tidak pernah tahu mereka terinfeksi.
Masalah yang paling serius dari parasit ini muncul pada wanita hamil. Parasit ini melewati plasenta dan menyebabkan kelainan janin atau bahkan keguguran. Oleh karena itu, sangat tidak bagi ibu hamil untuk membersihkan kotoran kucing.
Parasit protozoa ini biasa menular melalui air yang terkontaminasi atau makanan yang dicuci dengan air terkontaminasi. Terdapat pula pada susu yang tidak dipasteurisasi, telur dan kerang. Parasit ini dapat ditemukan di seluruh dunia.
Umumnya, infeksi sering disebabkan oleh kontaminasi kotoran ternak yang terinfeksi. Pada individu yang sehat penyakit ini menyebabkan diare parah hingga menyebabkan kematian.
Parasit ini bisa masuk melalui tubuh manusia melalui makanan. Protozoa lain yang menginfeksi saluran pencernaan menyebabkan penyakit disentri. Penyakit ini ditandai dengan diare berdarah dan nyeri perut yang dapat mengakibatkan kematian. Masalah yang lebih parah dapat terjadi jika parasit mulai menyebar dari usus ke dalam tubuh, hingga menyebabkan abses di hati dan organ lainnya.
Trichinella spiralis adalah cacing gelang dan bertanggung jawab atas terjadinya infeksi otot. Biasa didapat dari makan mentah atau kurang matang, serta produk daging yang tidak higienis seperti sosis dan nugget. Protozoa ini juga dapat ditemukan dalam hewan liar seperti babi hutan hingga walrus.
Ketika daging yang terkontaminasi parasit ini dicerna dalam tubuh, cacing ini pun lantas menyerang jaringan otot.
Parasit ini sejenis cacing pipih yang banyak tersebar di Asia Tenggara, umumnya ditemui di siput dan kerang. Infeksi akibat parasit ini bisa terjadi ketika memakan ikan air tawar mentah atau setengah matang. .
Ketika larva mereka dimakan oleh manusia, larva berubah menjadi cacing dewasa yang kemudian tinggal di saluran empedu dan kantong empedu. Infeksi jangka panjang kronis Opisthorchis membentuk kanker hati hingga saluran empedu.
(up/up)