Cegah Varian Virus Baru, WHO Serukan Pemberian Vaksin Suntik untuk Imunisasi

Cegah Varian Virus Baru, WHO Serukan Pemberian Vaksin Suntik untuk Imunisasi

- detikHealth
Rabu, 23 Jul 2014 07:37 WIB
Cegah Varian Virus Baru, WHO Serukan Pemberian Vaksin Suntik untuk Imunisasi
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Oral Polio Vaccine (OPV) atau pemberian vaksin polio secara oral atau lewat mulut memang sangat lazim dilakukan di Indonesia. Pasalnya vaksin polio oral sudah bisa dibuat di Indonesia, sehingga harga dan keterjangkauannya pun lebih murah dan lebih luas.

Akan tetapi Wakil Menteri Kesehatan Prof Ali Gufron Mukti mengatakan bahwa mulai tahun 2015, penggunaan vaksin oral akan dikurangi. Hal ini untuk mengikuti saran dari rapat regional WHO Asia Tenggara di New Delhi beberapa hari lalu.

"Rapat High Level Prepatory Meeting WHO SEARO (South-East Asia Region/Regional Asia Tenggara-red) di New Delhi 14-18 Juli kemarin membahas salah satunya tentang pemberantasan polio. Salah satu anjurannya adalah mengganti penggunaan vaksin oral dengan vaksin inject atau suntik untuk imunisasi polio," tutur Prof Gufron kepada wartawan di Gedung Kementerian Kesehatan, seperti ditulis Rabu (23/7/2014).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Prof Gufron mengatakan bahwa alasan utama mengganti vaksin oral dengan vaksin suntik ini adalah mengantisipasi kemungkinan terjadinya mutasi virus yang menyebabkan munculnya varian atau bahkan virus polio baru. Ditakutkan bahwa jika dibiarkan, akan muncul virus yang tahan obat dan vaksin yang sudah digunakan sekarang ini.

Dilanjutkan Prof Gufron, tidak ada perbedaan keampuhan antara kedua vaksin tersebut. Risikonya terletak pada kondisi virus itu sendiri. Pada vaksin oral, virus dapat keluar lagi dari tubuh melalui BAB.

"Masalahnya kan kalau BAB sembarangan, virusnya hidup nanti bersinggungan dengan virus atau elemen lain, bikin varian baru. Makanya lebih baik menggunakan vaksin suntik," sambungnya lagi.

Namun penggunaan vaksin suntik ini pun bukan tanpa hambatan. Pasalnya Indonesia melalui perusahaan Bio Farma merupakan salah satu produsen vaksin polio oral terbesar di Asia Tenggara. Bahkan produksi vaksin oral dari Bio Farma sudah diekspor ke beberapa negara tetangga.


(up/up)

Berita Terkait