Natalie dulunya bekerja sebagai seorang penarik eksotik. Hingga suatu hari ia bertemu seseorang yang mengaku sebagai dokter yang dapat melakukan prosedur pembesaran bokong dengan biaya di bawah rata-rata. Dokter ini mengaku bernama O'Neal Morris.
Tawaran ini tentu tampak menggiurkan karena prosedur pembesaran bokong pada dasarnya mampu menghabiskan ribuan dolar. Setelah sepakat, mereka bertemu di rumah Natalie.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apa yang terjadi setelahnya? Natalie gembira bukan kepalang karena pantatnya jadi lebih padat, bundar dan sesuai dengan keinginannya, tubuh berlekuk seperti botol soda.
Namun setelah disuntik dua kali lagi, sesuatu yang aneh mulai terjadi pada tubuh wanita muda ini. "Entah kenapa, badan saya jadi benar-benar tak enak. Saya melihat pantat saya berubah menjadi mengkerut, bahkan seperti tak berbentuk lagi. Saat itu saya juga sering merasa pening dan mengeluh kelelahan," katanya.
Suatu ketika Natalie tiba-tiba berhenti bernapas dan ia pun harus dilarikan ke rumah sakit. Beruntung nyawa ibu satu anak ini bisa diselamatkan.
"Saya sebenarnya tak membutuhkannya karena saya sudah sempurna tanpanya. Saat itu gaya hidup sayalah yang membuat saya merasa butuh pantat yang besar, dengan begitu uang yang bisa saya hasilkan akan makin banyak," sesalnya.
Kini kondisi pantat Natalie cukup memprihatinkan. Sebagian jaringannya telah membusuk sehingga terlihat memar dan menghitam. Belum lagi bila ia duduk terlalu lama, maka pantatnya akan terasa sangat sakit. Untuk melakukan aktivitas sehari-hari saja, ia harus dibantu putrinya yang berusia 9 tahun.
Dokter gadungan yang melakukan prosedur pembesaran pantat Natalie juga akhirnya dipenjara sejak bulan Januari 2014 karena membuka praktik tanpa ijin. Di pengadilan terungkap Morris menyuntikkan cairan yang ternyata berisi semen, lem super dan bahan tambal ban cair.
Ternyata ini sejalan dengan laporan FBI. Salah satu lembaga intelijen andalan AS itu melaporkan ada peningkatan jumlah kasus malpraktik seperti yang dialami Natalie, terutama di kota-kota besar seperti Florida, New York, California dan Texas.
Dr Alberto Gallerani, dokter bedah plastik bersertifikat yang merawat Natalie menambahkan dalam seminggu, ia bisa menerima 100 panggilan dari orang-orang yang meminta bantuan karena kasus serupa.
Untuk itu dokter bedah yang berpraktik di pinggiran Miami itu mengingatkan para wanita agar legawa dalam menerima pemberian Tuhan sehingga tak perlu menjalani prosedur seperti ini. Pasalnya prosedur suntik bokong dapat mengakibatkan berbagai 'efek samping'. Mulai dari perubahan warna pantat hingga yang ekstrim seperti bentuk tubuh yang berubah total atau jaringan tubuhnya rusak sama sekali.
"Yang tidak disadari orang-orang adalah, ketika mereka melakukan prosedur ini, mereka sebenarnya sedang memasang bom waktu di dalam tubuh mereka sendiri," ujarnya.











































